Anggota Komisi IV DPR Sonny T. Danaparamita meminta pemerintah tidak hanya berpatokan pada ketersediaan stok pangan nasional. Menurut dia, stok yang ada harus diikuti harga yang terjangkau masyarakat di pasar.
“Pangan tidak cukup hanya tersedia, tetapi harus terjangkau. Ketika harga berbagai kebutuhan pokok masih tinggi, pemerintah perlu memastikan stabilisasi berjalan dari hulu sampai ke pasar,” kata Sonny, Rabu (23/9/2026).
Pernyataan itu disampaikan Sonny menyusul masih tingginya harga sejumlah komoditas pangan di tingkat pedagang eceran.
Sonny menilai harga di pasar perlu menjadi perhatian pemerintah, terutama apabila tidak sejalan dengan harga yang diterima petani dan peternak di tingkat produksi. Karena itu, menurut dia, persoalan distribusi pangan perlu dilihat secara menyeluruh.
Pemerintah perlu menelusuri jalur distribusi dari sentra produksi hingga pasar. Biaya angkut, distribusi antardaerah, serta pembentukan harga di tingkat pengecer harus diperiksa agar beban harga tidak hanya ditanggung konsumen.
“Kalau masyarakat membeli dengan harga mahal, sementara petani dan peternak juga belum menikmati harga yang layak, berarti ada mata rantai yang harus dibenahi. Jangan sampai beban paling besar justru dipikul rakyat dan produsen kecil,” ujarnya.
Sonny meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah memperkuat pemantauan komoditas yang kerap bergejolak, terutama cabai, telur, beras, dan minyak goreng. Kebijakan stabilisasi, kata dia, harus menjaga harga di tingkat konsumen tanpa mengorbankan petani, peternak, maupun nelayan.
Menurut Sonny, ketahanan pangan tidak cukup diukur dari angka produksi atau kapasitas gudang. Ukurannya juga terletak pada kemampuan masyarakat memperoleh pangan dengan harga yang sesuai dengan daya belinya.