Kuningan, Jawa Barat – Teka-teki mengenai identitas jasad yang ditemukan di puncak Gunung Ciremai akhirnya terpecahkan. Kepolisian Resor (Polres) Kuningan mengonfirmasi bahwa jasad tersebut adalah Urip Masurip, seorang warga berusia 41 tahun dari Kecamatan Cigandamekar, Kuningan.
Penemuan jasad tanpa identitas ini dilaporkan sejak Rabu (29/10), memicu upaya pencarian dan evakuasi intensif. Proses identifikasi yang melibatkan tim inafis dan pencocokan data dengan keluarga korban berhasil mengakhiri misteri tersebut.
Kapolres Kuningan M. Ali Akbar menjelaskan, identifikasi dikuatkan oleh berbagai bukti ilmiah dan personal. Jenazah berhasil dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan setelah menghadapi kendala cuaca buruk dan medan yang sangat sulit.
Advertisement
Advertisement
Proses Identifikasi Ilmiah dan Bukti Kuat
Proses identifikasi jasad Gunung Ciremai dilakukan secara cermat oleh tim inafis Polres Kuningan. Tim ini berperan penting dalam memastikan identitas korban melalui pemeriksaan ilmiah yang teliti dan pencocokan data.
Kapolres Kuningan M. Ali Akbar menyatakan, "Identifikasi dikuatkan dengan beberapa bukti yang identik, mulai dari pakaian, sarung, sandal, serta hasil pemeriksaan sidik jari yang cocok dengan milik korban." Bukti-bukti ini menjadi kunci dalam mengidentifikasi Urip Masurip.
Pemeriksaan sidik jari menjadi salah satu metode utama yang digunakan untuk memverifikasi identitas. Selain itu, barang-barang pribadi yang ditemukan bersama jasad juga sangat membantu dalam proses konfirmasi ini.
Advertisement
Hasil identifikasi ini secara resmi mengakhiri spekulasi dan misteri yang menyelimuti penemuan jasad di kawasan puncak gunung tertinggi di Jawa Barat tersebut.
Advertisement
Evakuasi Dramatis di Tengah Medan Sulit
Proses evakuasi jenazah Urip Masurip dari puncak Gunung Ciremai bukanlah perkara mudah. Tim SAR Gabungan harus berjuang melawan kondisi alam yang ekstrem dan medan yang menantang.
Kapolres menuturkan, "Tim bekerja tanpa henti sejak laporan penemuan mayat diterima." Evakuasi berlangsung hingga Jumat (31/10) sekitar pukul 23.00 WIB, saat korban akhirnya berhasil dibawa ke basecamp Linggajati.
Menurut Ali, medan menuju lokasi penemuan jenazah sangat terjal dan licin, menambah kesulitan bagi tim evakuasi. Cuaca di puncak Gunung Ciremai juga sering berubah cepat, menjadi faktor penghambat pergerakan tim SAR.
Advertisement
Kondisi ini memperlambat upaya evakuasi, namun berkat kegigihan dan kerja keras tim, jenazah akhirnya dapat diturunkan dengan selamat. Setelah identitasnya dipastikan, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Advertisement
Latar Belakang Korban dan Pengakuan Keluarga
Urip Masurip, pendaki yang jasadnya ditemukan di Gunung Ciremai, adalah seorang pria berusia 41 tahun. Ia merupakan warga asli Kecamatan Cigandamekar, Kuningan, Jawa Barat.
Pemeriksaan awal menunjukkan bahwa korban diperkirakan telah meninggal lebih dari 10 hari sebelum jasadnya ditemukan di puncak gunung. Informasi ini memberikan gambaran mengenai lamanya waktu korban berada di lokasi tersebut.
Jaenudin, sepupu korban, memberikan keterangan penting yang mendukung proses identifikasi. Ia menyebutkan bahwa pihak keluarga mengenali sejumlah barang pribadi yang ditemukan di lokasi penemuan jasad.
Advertisement
Jaenudin menambahkan bahwa Urip telah meninggalkan rumah sejak sebulan lalu dan dilaporkan hilang ke Polsek setempat pada 7 Oktober. "Korban diketahui sudah bercerai dan memiliki dua anak. Kami yakin itu Urip, terutama setelah melihat sarung dan pakaian yang biasa ia pakai," ujar Jaenudin, menguatkan keyakinan keluarga terhadap identitas korban.
Sumber: AntaraNews