Jakarta Barat terus menunjukkan komitmennya dalam mengatasi permasalahan sampah dengan inovasi berkelanjutan. Melalui Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) Kembangan, wilayah ini secara signifikan mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Inisiatif ini berfokus pada pemanfaatan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) untuk mengolah sampah plastik, mengubahnya menjadi sumber daya yang bernilai. Proses ini berlangsung di lahan seluas 2.500 meter persegi di RW 01 Meruya Selatan, Jakarta Barat.
Langkah strategis ini tidak hanya bertujuan mengurangi beban TPA, tetapi juga menciptakan bahan bakar alternatif yang bermanfaat bagi industri. Dengan demikian, Jakarta Barat berkontribusi aktif dalam upaya pengelolaan lingkungan yang lebih baik.
Advertisement
Advertisement
Inovasi Pengolahan Sampah di TPS Kembangan
TPS 3R Kembangan menjadi garda terdepan dalam upaya Pengolahan Sampah RDF Jakarta Barat. Fasilitas ini dirancang khusus untuk mengolah sampah plastik, mulai dari tahap pemilahan yang cermat hingga proses pencacahan menjadi material yang lebih halus.
Nurhasan, Staf Operasional TPS 3R Kembangan Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Barat, menjelaskan detail prosesnya. "Sampah plastik yang sudah dipilah akan masuk ke mesin RDF untuk dicacah halus," ujarnya, memastikan setiap tahapan dilakukan dengan standar operasional yang ketat.
Sebelum masuk ke mesin pencacahan, tim operator secara rutin memastikan bahwa bahan baku bersih dari material lain seperti kayu, batu, atau residu yang tidak diinginkan. Proses seleksi ini krusial untuk menjaga kualitas hasil akhir RDF dan efisiensi mesin.
Advertisement
Komitmen terhadap kebersihan area kerja juga menjadi prioritas utama di TPS ini. Hal ini tidak hanya menciptakan lingkungan kerja yang nyaman tetapi juga mendukung kinerja optimal mesin, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas cacahan dan efektivitas pengurangan sampah.
Advertisement
Dampak dan Kapasitas Produksi RDF
Hasil dari Pengolahan Sampah RDF Jakarta Barat di TPS Kembangan ini memiliki dampak lingkungan dan ekonomi yang signifikan. Cacahan plastik yang dihasilkan kemudian dikirim ke Bantargebang, di mana material ini dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif untuk pabrik semen.
Setiap harinya, fasilitas RDF Kembangan ini menunjukkan kapasitas pengolahan yang impresif. Dalam satu shift kerja, TPS ini mampu mengolah sekitar 10 ton sampah plastik. Dengan potensi kapasitas total mencapai 25 ton per hari, kontribusinya terhadap pengurangan sampah sangat besar.
Dari volume sampah yang diolah, fasilitas ini menghasilkan sekitar 600 hingga 700 kilogram cacahan plastik setiap hari. Jumlah ini setara dengan 10 dasbin penuh, menunjukkan efisiensi konversi sampah menjadi bahan bakar yang bernilai.
Advertisement
Pemanfaatan cacahan plastik sebagai bahan bakar pabrik semen merupakan contoh nyata ekonomi sirkular. Sampah yang tadinya hanya menumpuk di TPA kini memiliki nilai tambah, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan menekan emisi karbon.
Sumber: AntaraNews