Tahukah Anda Osteoporosis Penyakit Senyap? Perwatusi-PYC Canangkan Gerakan Indonesia Peduli Osteoporosis 2025

Perwatusi dan PYC meluncurkan gerakan Indonesia Peduli Osteoporosis 2025 untuk tingkatkan kesadaran, cegah penyakit tulang senyap ini sejak dini. Bagaimana partisipasi Anda?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda Osteoporosis Penyakit Senyap? Perwatusi-PYC Canangkan Gerakan Indonesia Peduli Osteoporosis 2025
Perwatusi dan PYC meluncurkan gerakan Indonesia Peduli Osteoporosis 2025 untuk tingkatkan kesadaran, cegah penyakit tulang senyap ini sejak dini. Bagaimana partisipasi Anda? (AntaraNews)

Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi) bersama Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) secara resmi mencanangkan gerakan "Indonesia Peduli Osteoporosis 2025" pada Minggu, 26 Oktober di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Inisiatif ini didukung oleh berbagai lembaga serta komunitas kesehatan, menandai komitmen serius dalam meningkatkan kesadaran masyarakat.

Pencanangan gerakan ini merupakan bagian integral dari peringatan Hari Osteoporosis Nasional (HON), yang bertujuan untuk mengedukasi publik mengenai pentingnya menjaga kesehatan tulang. Melalui gerakan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih proaktif dalam upaya pencegahan osteoporosis sejak usia dini.

Selain pencanangan gerakan, Perwatusi juga meluncurkan kampanye nasional bertajuk "Membangun Masyarakat Peduli Osteoporosis Indonesia, Katakan Tidak pada Keropos Tulang (Say No to Fragile Bone)". Kampanye ini dirancang sebagai gerakan edukatif lintas generasi yang menyasar seluruh lapisan masyarakat, dari perkotaan hingga pelosok negeri.

Membangun Fondasi Tulang Kuat Sejak Dini

Penasihat Khusus Presiden Bidang Energi, Purnomo Yusgiantoro, menekankan pentingnya kesehatan tulang sebagai fondasi produktivitas bangsa. "Kesehatan tulang adalah fondasi penting bagi produktivitas bangsa. Masyarakat harus semakin peduli dan aktif menjaga kekuatan tulang sejak dini," ujarnya, menggarisbawahi urgensi pencegahan dini dalam gerakan Indonesia Peduli Osteoporosis.

Ketua Umum Perwatusi, Anita A. Hutagalung, menambahkan bahwa kebiasaan hidup sehat harus dibangun melalui peran keluarga dan sekolah. Hal ini mencakup konsumsi makanan bergizi seimbang serta paparan sinar matahari yang cukup, yang esensial untuk membantu penyerapan kalsium dalam tubuh.

Anita berharap gerakan ini dapat tumbuh di berbagai lingkungan, mulai dari rumah, sekolah, komunitas, hingga tempat kerja. "Kami berharap gerakan ini bisa tumbuh di rumah-rumah, sekolah, komunitas, dan tempat kerja, karena tulang yang kuat adalah fondasi bagi bangsa yang kuat," pungkasnya, menegaskan bahwa tulang yang sehat adalah cerminan bangsa yang kuat.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Edukasi Nasional

Kampanye "Membangun Masyarakat Peduli Osteoporosis Indonesia" tidak hanya menjadi gerakan edukatif, tetapi juga melibatkan berbagai pihak. Group Manager Adult Nutrition Kalbe Nutritionals, Dicky Sulaiman, menyatakan dukungan penuh terhadap upaya Perwatusi dan Perosi dalam mengedukasi masyarakat.

Dukungan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kepadatan tulang sejak usia muda melalui nutrisi yang cukup dan aktivitas fisik teratur, guna mencegah osteoporosis. Kolaborasi ini menunjukkan sinergi antara organisasi kesehatan dan industri nutrisi dalam mencapai tujuan bersama.

Mitra kolaborasi PYC, Filda C Yusgiantoro, turut menegaskan komitmennya dalam menggerakkan literasi kesehatan masyarakat mengenai osteoporosis. Filda menyoroti karakteristik osteoporosis sebagai "penyakit senyap" yang sering diabaikan, padahal memiliki dampak besar terhadap kualitas hidup individu.

"Osteoporosis adalah penyakit senyap yang sering diabaikan, padahal dampaknya besar terhadap kualitas hidup. Melalui kolaborasi lintas sektor, kami ingin mengajak masyarakat menjadikan kepedulian terhadap tulang sebagai kebiasaan sehari-hari," jelas Filda. Kegiatan Hari Osteoporosis Nasional 2025 diharapkan menjadi pemicu lahirnya Gerakan Nasional Peduli Osteoporosis Indonesia yang berkelanjutan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi