Bukan Sekadar Cicip, Ini Dia 4 Zat Berbahaya yang Diuji SPPG Polda Kalbar untuk Pastikan Keamanan Pangan MBG Harian

SPPG Polda Kalbar berkomitmen tinggi menjaga keamanan pangan MBG harian melalui uji cepat reagen, mendeteksi 4 zat berbahaya demi kesehatan penerima manfaat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bukan Sekadar Cicip, Ini Dia 4 Zat Berbahaya yang Diuji SPPG Polda Kalbar untuk Pastikan Keamanan Pangan MBG Harian
SPPG Polda Kalbar berkomitmen tinggi menjaga keamanan pangan MBG harian melalui uji cepat reagen, mendeteksi 4 zat berbahaya demi kesehatan penerima manfaat. (AntaraNews)

Pontianak, Kalimantan Barat – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Kalimantan Barat secara konsisten menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas dan keamanan pangan bagi para penerima manfaat program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Komitmen ini diwujudkan melalui serangkaian uji cepat harian yang ketat. Proses pengujian ini dirancang untuk memastikan setiap hidangan yang disalurkan bebas dari zat berbahaya dan memenuhi standar gizi seimbang.

Ahli Gizi SPPG Polda Kalbar, Cici Nurparamita, menjelaskan bahwa pengawasan keamanan pangan dilakukan dengan standar yang sangat ketat di bawah naungan Yayasan Kemala Bhayangkari. "Selain memastikan kandungan gizi yang seimbang, SPPG juga secara rutin melakukan uji cepat (rapid test) menggunakan reagen khusus untuk mendeteksi potensi zat berbahaya seperti racun dan bahan kimia berbahaya sebelum makanan disalurkan," ujarnya di Pontianak, Minggu.

Proses ketat ini mencakup seluruh tahapan, mulai dari pemilihan bahan mentah berkualitas, pengolahan yang higienis, pengemasan yang aman, hingga pendistribusian makanan ke tangan penerima manfaat. Langkah-langkah ini diambil untuk menjamin bahwa setiap porsi MBG yang diterima anak-anak adalah makanan yang aman dan menyehatkan.

Uji Cepat Harian dan Standar Ketat Keamanan Pangan

SPPG Polda Kalbar menerapkan metode pengujian keamanan pangan yang melampaui standar umum. Berbeda dengan dapur lain yang mungkin hanya mengandalkan uji organoleptik seperti mencium, merasa, atau melihat, SPPG melakukan uji kimia menggunakan reagen setiap hari.

Pendekatan ini memungkinkan deteksi yang lebih akurat terhadap potensi kontaminasi yang tidak terlihat atau tercium. Pengujian harian ini menjadi pilar utama dalam menjaga kualitas dan keamanan setiap sajian MBG.

Cici Nurparamita menambahkan, "Untuk food safety-nya sendiri, kami benar-benar ketat. Kalau di dapur lain mungkin pengujian hanya sebatas uji organoleptik seperti mencium, merasa, atau melihat, tetapi di SPPG kami melakukan uji kimia menggunakan reagen setiap hari." Ini menunjukkan dedikasi SPPG dalam memastikan setiap makanan aman dikonsumsi.

Setiap hari, keamanan pangan dicek menggunakan reagen sehingga tim SPPG dapat mengetahui secara pasti apakah makanan mengandung zat berbahaya atau tidak. Hal ini bukan hanya menilai dari aroma atau warna, melainkan berdasarkan hasil ilmiah yang terukur.

Dukungan Biddokkes dan Deteksi Zat Berbahaya

Penerapan standar keamanan pangan yang tinggi ini tidak lepas dari dukungan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Kalbar. Biddokkes menyediakan fasilitas laboratorium mini yang memungkinkan tim SPPG melakukan pengujian lebih mendalam.

Melalui pengujian laboratorium mini, tim dapat mendeteksi dengan cepat keberadaan zat pengawet atau bahan kimia yang berpotensi membahayakan kesehatan. Ini merupakan langkah antisipatif yang krusial untuk melindungi kesehatan anak-anak penerima manfaat.

Iptu Lijana Tajudin dari Biddokkes Polda Kalbar menjelaskan bahwa pemeriksaan kimia yang mereka lakukan mencakup empat jenis zat berbahaya. "Pemeriksaan kimia yang kami lakukan mencakup empat jenis, yakni deteksi arsen, sianida, nitrit, dan formalin," kata Iptu Lijana.

Jika ada salah satu sampel yang terbukti mengandung zat tersebut, maka makanan akan langsung ditarik dan tidak disalurkan kepada penerima manfaat. Seluruh proses pengujian dilakukan menggunakan reagen dan alat pemeriksaan di laboratorium mini milik Biddokkes, sebagai bentuk verifikasi ganda terhadap hasil pemeriksaan dari dapur SPPG.

Komitmen Kesehatan Penerima Manfaat

Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) ini disalurkan kepada sejumlah penerima manfaat, terutama anak-anak TK dan SMP Kemala Bhayangkari di Kabupaten Kubu Raya. Anak-anak merupakan kelompok yang rentan terhadap dampak negatif dari makanan yang terkontaminasi.

Oleh karena itu, standar keamanan pangan yang ketat ini menjadi sangat penting untuk melindungi mereka. SPPG Polda Kalbar secara tegas berkomitmen untuk terus menjaga kesehatan dan kesejahteraan anak-anak penerima manfaat di Kalimantan Barat.

Melalui penerapan standar keamanan pangan yang ketat ini, SPPG Polda Kalbar berupaya memberikan kontribusi nyata terhadap kesehatan generasi muda. Ini adalah bagian dari upaya lebih luas untuk memastikan bahwa setiap anak mendapatkan gizi yang layak dan aman untuk tumbuh kembang optimal.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi