Fakta Baru Kematian Mahasiswa Unud: Kampus Tegaskan Tak Ada Tekanan Akademik, Usut Ucapan Tanpa Empati!

Universitas Udayana (Unud) membantah adanya tekanan akademik dalam kasus **kematian mahasiswa Unud** berinisial TAS. Pihak kampus kini fokus mengusut ucapan tanpa empati.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Baru Kematian Mahasiswa Unud: Kampus Tegaskan Tak Ada Tekanan Akademik, Usut Ucapan Tanpa Empati!
Universitas Udayana (Unud) membantah adanya tekanan akademik dalam kasus **kematian mahasiswa Unud** berinisial TAS. Pihak kampus kini fokus mengusut ucapan tanpa empati. (AntaraNews)

Universitas Udayana (Unud) Bali secara resmi membantah adanya tekanan akademik yang dialami oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) berinisial TAS. Mahasiswa tersebut meninggal dunia setelah jatuh dari lantai empat gedung kampus pada Rabu, 15 Oktober pagi. Kejadian tragis ini memicu berbagai spekulasi di kalangan publik dan media sosial.

Ketua Unit Komunikasi Publik Unud, Ni Nyoman Dewi Pascarani, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan indikasi tekanan akademik atau kendala administratif. Pernyataan ini disampaikan pada Senin, 20 Oktober, menanggapi isu yang berkembang terkait bimbingan skripsi mendiang TAS. Proses penyelidikan internal kampus terus berjalan untuk mengungkap fakta sebenarnya.

Selain membantah isu tekanan akademik, pihak Unud juga tengah menindaklanjuti dugaan ucapan tanpa empati. Beberapa mahasiswa yang diduga terlibat telah dipanggil dan diperiksa oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT). Kasus kematian TAS sendiri saat ini masih dalam penyelidikan Kepolisian Resor Kota Denpasar.

Klarifikasi Pihak Kampus: Tidak Ada Tekanan Akademik

Ni Nyoman Dewi Pascarani dari Unud menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan klarifikasi langsung kepada dosen pembimbing skripsi almarhum TAS. Berdasarkan keterangan yang diperoleh, proses bimbingan skripsi TAS baru berjalan sekitar 20 hari. Dalam rentang waktu tersebut, tercatat hanya ada dua kali pertemuan antara TAS dan dosen pembimbingnya.

Lebih lanjut, Dewi Pascarani menyatakan bahwa proses bimbingan skripsi berlangsung dengan baik dan komunikatif. "Proses bimbingan berlangsung baik dan komunikatif, dosen pembimbing selalu mengakomodasi topik yang diajukan oleh almarhum," ujarnya. Hal ini mengindikasikan tidak adanya hambatan signifikan dalam aspek akademik TAS.

Pihak kampus menegaskan kembali bahwa "Hingga saat ini, tidak ditemukan adanya indikasi tekanan akademik ataupun kendala administratif yang berkaitan dengan peristiwa tersebut." Pernyataan ini bertujuan untuk meluruskan spekulasi yang beredar di masyarakat. Unud berkomitmen untuk transparan dalam penanganan kasus ini.

Penyelidikan Ucapan Tanpa Empati dan Isu Perundungan

Di samping isu tekanan akademik, Unud juga menyoroti dugaan ucapan tanpa empati yang muncul setelah meninggalnya TAS. Beberapa mahasiswa yang diduga terlibat dalam percakapan di pesan berbasis aplikasi WhatsApp dan tersebar luas di media sosial telah dipanggil dan diperiksa. Langkah ini menunjukkan keseriusan kampus dalam menjaga etika dan moralitas di lingkungan akademik.

Petinggi Unud telah menugaskan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) untuk melakukan pendalaman atas peristiwa ini. Satgas tersebut didukung oleh Tim Pencari Fakta yang terdiri atas unsur akademisi, ahli hukum, dan psikolog kampus setempat. Tim ini bertugas mengumpulkan serta menelaah data dan fakta terkait aspek psikososial mendiang TAS.

Unud secara tegas meluruskan isu yang berkembang bahwa TAS meninggal dunia karena mengalami perundungan. Pihak kampus menjelaskan bahwa ucapan tanpa empati terhadap TAS, yang tersebar di media sosial, dilakukan setelah TAS meninggal dunia, bukan sebelumnya. Penegasan ini penting untuk menghindari informasi yang keliru dan menyesatkan publik.

Langkah Unud dan Penanganan Kasus Kematian Mahasiswa

Satgas PPKPT akan segera menyusun rekomendasi kepada pimpinan universitas terkait sanksi akhir yang akan dijatuhkan. Sanksi ini berlaku bagi pihak-pihak yang terbukti melakukan tindakan nihil rasa empati. Komitmen Unud adalah untuk menegakkan keadilan dan memastikan lingkungan kampus yang aman dan suportif bagi seluruh civitas akademika.

Sementara itu, kasus kematian mahasiswa Unud tersebut saat ini sedang diusut secara intensif oleh Kepolisian Resor Kota Denpasar. Penyelidikan kepolisian akan berfokus pada penyebab pasti jatuhnya TAS dari lantai empat gedung FISIP. Pihak kampus menyatakan siap bekerja sama penuh dengan aparat penegak hukum.

TAS ditemukan tergeletak di halaman depan gedung FISIP Unud Kampus Sudirman Denpasar pada Rabu pagi, 15 Oktober. Mahasiswa tersebut diduga jatuh dari lantai empat gedung. Meskipun sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis, nyawa mahasiswa tersebut tidak dapat diselamatkan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi