Prabowo Kritik Penegak Hukum Tangkap Anak SD Curi Ayam & Ibu Curi Pohon: Tumpul ke Atas Tajam ke Bawah, Itu Zalim

Presiden Prabowo mengingatkan para penegak hukum untuk melindungi masyarakat kecil.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Prabowo Kritik Penegak Hukum Tangkap Anak SD Curi Ayam & Ibu Curi Pohon: Tumpul ke Atas Tajam ke Bawah, Itu Zalim
Presiden Prabowo, Menkeu Purbaya dan Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam Penyerahan Uang Pengganti Kerugian Negara Dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi Pemberian Fasilitas Ekspor Crude Palm Oil (CPO) Dan Turunannya Sejumlah Rp13,2 triliun (Tim Kementerian Keuangan)

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan kepada aparat penegak hukum untuk selalu menjunjung tinggi keadilan. Dalam sebuah kesempatan, Prabowo mengungkapkan rasa prihatin atas kejadian di mana seorang anak Sekolah Dasar (SD) yang masih di bawah umur ditangkap karena mencuri ayam.

"Saya ingat beberapa saat yang lalu, saya ingat benar, ada anak SD, anak di bawah umur ditangkap karena mencuri ayam. Saya ingat benar itu. Ini tidak masuk di akal. Hakim, jaksa ada apa ngejar, iya kan. Anda pasti ingat peristiwa itu," ujar Prabowo saat menyaksikan penyerahan uang sebesar Rp13 triliun yang merupakan hasil sitaan kasus korupsi ekspor CPO kepada negara di Kejaksaan Agung Jakarta Selatan pada Senin (20/10/2025).

Menurut pandangan Presiden, seharusnya para penegak hukum seperti jaksa, hakim, dan polisi lebih berfokus pada membantu anak tersebut, misalnya dengan mengganti ayam yang dicuri menggunakan uang pribadi mereka. Menyikapi kasus ini, Prabowo kemudian mengundang anak SD tersebut ke rumahnya di Hambalang dan memberikan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan.

"Kalau perlu si hakim, si jaksa atau si polisi pakai uangnya sendiri ganti ayamnya, anaknya dibantu. Anak itu saya ingat saya panggil tuh ke Hambalang saya kasih beasiswa," tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo menghadiri dan menyaksikan penandatanganan dokumen kesepakatan perdamaian Gaza di Sharm El-Sheikh, Mesir. (YASUYOSHI CHIBA/AFP)
Sebelumnya, Presiden Prabowo menghadiri dan menyaksikan penandatanganan dokumen kesepakatan perdamaian Gaza di Sharm El-Sheikh, Mesir. (YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Keadilan Harus Ditegakkan: Mereka yang Kecil dan Lemah Perlu Dilindungi

Prabowo mengungkapkan keheranannya tidak hanya terhadap penangkapan seorang anak SD, tetapi juga terhadap kasus seorang ibu yang ditangkap karena mencuri pohon. Dia menekankan bahwa penegakan hukum seharusnya tidak bersikap tegas terhadap yang lemah namun lemah terhadap yang kuat.

"Ada lagi ibu-ibu ditangkap mencuri pohon. Mungkin ingat juga peristiwa itu, ya. Ada apa? Penegak hukum harus punya hati. Hanya punya hati, jangan istilahnya apa? Tumpul ke atas, tajam ke bawah. Itu zalim itu, itu angkara murka, jahat," ujar Prabowo.

"Orang kecil, orang lemah harus dibela, harus dibantu," tambahnya.

Kepala Negara juga mengingatkan bahwa dengan kemajuan teknologi saat ini, semua bentuk ketidakadilan dapat terdengar hingga ke telinga Presiden. Masyarakat kini memiliki saluran untuk mengadukan permasalahan yang mereka hadapi secara langsung.

Sebagai Presiden Republik Indonesia, Prabowo merasa berkewajiban untuk memastikan bahwa semua aparat penegak hukum mendukung masyarakat.

"Yang repot laporannya selalu ke langsung ke presiden, itu yang capek itu. Pak Prabowo begini, waduh, saya harus bereaksi karena itu rakyat kita, rakyat saya. Saya harus membela mereka, saudara-saudara harus bantu saya menegakkan kebenaran, membela, membela yang lemah," ucap Prabowo.

Rekomendasi