Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa secara tegas menyatakan komitmen pemerintah provinsi untuk menjadikan budaya sebagai fondasi utama pembangunan berkelanjutan. Pernyataan ini disampaikan dalam gelaran Festival Benteng Victoria di Kota Ambon pada Jumat malam (18/10).
Inisiatif ini bertujuan untuk mengukuhkan identitas dan simbol budaya lokal sebagai pendorong kemajuan daerah. Festival tersebut menjadi momentum penting dalam melihat kebudayaan sebagai aset berharga bagi Maluku.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto turut hadir dan mengapresiasi langkah Pemprov Maluku. Ia menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya revitalisasi budaya dan sejarah di wilayah tersebut.
Advertisement
Advertisement
Mengukuhkan Identitas Melalui Festival Benteng Victoria
Gubernur Lewerissa menyambut baik Festival Benteng Victoria sebagai ajang untuk mengukuhkan identitas budaya Maluku. Ia menekankan bahwa kebudayaan adalah simbol yang bermanfaat bagi pembangunan berkelanjutan di wilayah ini. Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam melestarikan warisan leluhur.
Benteng Victoria, yang juga dikenal dengan nama Fortaleza Nossa Senhora da Annunciada, tidak asing bagi masyarakat Ambon. Situs bersejarah ini menyimpan banyak cerita penting mengenai sejarah dan budaya kota. Peranannya sebagai pusat sejarah menjadikannya titik fokus festival ini.
Festival ini memiliki nilai strategis karena mendukung peringatan Hari Kebudayaan yang kini dilaksanakan terpisah dari nomenklatur Kemendikbudristek. Gubernur berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga upaya menemukan makna sesungguhnya dari pelestarian budaya. Tema “Toma Maju Berbudaya” menyoroti pentingnya budaya lokal sebagai pedoman identitas masyarakat Maluku.
Advertisement
Advertisement
Sinergi Lintas Sektor untuk Revitalisasi Budaya dan Sejarah
Wamendagri Bima Arya Sugiarto memberikan apresiasi tinggi kepada Pemprov Maluku dan Pemkot Ambon atas upaya revitalisasi budaya dan sejarah. Khususnya, pemugaran Benteng Victoria dianggap sebagai langkah konkret. Ia menilai Ambon dan Maluku memiliki potensi besar untuk membangun peradaban dan meningkatkan kesejahteraan.
Namun, Wamendagri menekankan bahwa upaya ini membutuhkan kolaborasi kuat dari berbagai pihak. Tidak hanya pemerintah kota dan provinsi, tetapi juga dukungan dari kementerian terkait seperti Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Pekerjaan Umum. Sinergisitas lintas sektor ini krusial untuk keberlanjutan proyek Pembangunan Berkelanjutan Berbasis Budaya.
Pemugaran Benteng Victoria dinilai sebagai modal utama dalam pengembangan budaya dan pariwisata daerah. Bima Arya mendorong Wali Kota Ambon untuk terus berkolaborasi dengan kementerian terkait, difasilitasi oleh Gubernur. Ia juga menyoroti pentingnya menjadikan situs sejarah sebagai aset budaya dan wisata bernilai tinggi.
Advertisement
“Kalau kita jalan ke Manila atau Singapura, kita bisa lihat bagaimana benteng-benteng tua bisa menjadi aset budaya dan wisata,” ujar Wamendagri. Ia menambahkan bahwa tidak banyak kota di Indonesia yang memiliki kekayaan budaya seperti Ambon. Oleh karena itu, potensi ini harus dimanfaatkan secara optimal untuk Pembangunan Berkelanjutan Berbasis Budaya.
Sumber: AntaraNews