Jakarta, 18 Oktober 2025 – Indonesia dan China telah berhasil menyepakati sembilan kerja sama perdagangan strategis dalam ajang Indonesia–China Business Forum 2025. Forum penting ini diselenggarakan di sela-sela perhelatan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-40 yang berlangsung di Tangerang pada 16 Oktober 2025.
Kesepakatan ini melibatkan partisipasi 360 pengusaha asal China yang hadir dalam forum bertajuk "Indonesia-China Strategic Trade and Investment Opportunities". Fokus utama kerja sama mencakup berbagai sektor krusial yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kedua negara.
Penandatanganan kesepakatan ini menjadi bukti nyata komitmen kuat untuk mempererat hubungan bilateral. Langkah ini tidak hanya akan memperkuat kemitraan dagang, tetapi juga membuka peluang investasi baru yang signifikan.
Advertisement
Advertisement
Sembilan kesepakatan yang dicapai meliputi beragam sektor vital. Di antaranya adalah energi hijau, teknologi pengolahan sampah menjadi energi (waste-to-energy), serta pengembangan ekosistem mobilitas kendaraan bermotor (automobile mobility cooperation).
Selain itu, kerja sama juga menyentuh sistem pemberian pakan akuakultur cerdas (smart aquaculture feeding system). Tidak ketinggalan, pembelian kopi asal Indonesia juga menjadi bagian penting dari kesepakatan ini, menunjukkan potensi besar produk agrikultur Indonesia di pasar China.
Forum bisnis ini dirancang sebagai wadah untuk mengidentifikasi potensi dan peluang perdagangan serta investasi. Tujuannya adalah untuk menciptakan jejaring bisnis baru yang akan berkontribusi pada penguatan kerja sama bilateral. Konsul Jenderal RI di Guangzhou, Ben Perkasa Drajat, menyatakan, “Forum bisnis ini menjadi wadah untuk menggali potensi dan peluang perdagangan dan investasi serta tercipta jejaring bisnis baru yang akan berkontribusi pada penguatan kerja sama kedua negara.”
Advertisement
Advertisement
Duta Besar RI untuk China dan Mongolia, Djauhari Oratmangun, menegaskan bahwa hubungan bilateral Indonesia dan China telah mencapai tataran tertinggi kemitraan strategis komprehensif. Kedekatan ini tidak hanya dirasakan di tingkat pemerintah, tetapi juga membawa manfaat besar bagi rakyat kedua negara.
Momentum 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-China menjadi fondasi yang kuat untuk memperdalam kolaborasi di berbagai bidang. Hal ini termasuk perdagangan, investasi, ekonomi hijau, pariwisata, dan transformasi digital. Konsul Jenderal RI di Shanghai, Berlianto Situngkir, menyoroti pentingnya momen ini.
Berlianto menambahkan, “Forum ini menjadi bukti komitmen kuat kedua negara untuk memperkuat sinergi ekonomi, menggali potensi untuk memperluas kolaborasi di sektor industri manufaktur, teknologi hijau, dan produk bernilai tambah. Harapannya, kerja sama ini akan mendukung pertumbuhan ekspor nasional yang berkelanjutan.” Pernyataan ini menggarisbawahi ambisi untuk mencapai pertumbuhan ekspor yang konsisten dan berkelanjutan.
Advertisement
Advertisement
Diskusi dalam forum tersebut juga menghadirkan narasumber dari berbagai institusi penting. Perwakilan dari Kementerian Perdagangan, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Bank Mandiri Shanghai, serta Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) turut berpartisipasi aktif.
Pembahasan berfokus pada penguatan rantai pasok global, kerja sama manufaktur, energi terbarukan, dan pengembangan kawasan industri. Sinergi antarlembaga ini diharapkan dapat mempercepat implementasi kesepakatan yang telah dicapai.
Selain sesi diskusi, forum ini juga memfasilitasi pertemuan business to business (B2B) dan penjajakan proyek investasi melalui mekanisme business matching. Hal ini memberikan kesempatan langsung bagi para pelaku usaha untuk menjalin kontak dan mengeksplorasi peluang konkret. Keseluruhan upaya ini menunjukkan komitmen serius kedua negara untuk mewujudkan potensi kerja sama menjadi aksi nyata.
Advertisement
Sumber: AntaraNews