Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa baru-baru ini memberikan apresiasi tinggi kepada para peserta final Lomba Paduan Suara Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan (SMA/SMK) Tingkat Provinsi Jawa Timur. Acara bertajuk "Suara Harmoni Generasi Emas Jawa Timur" ini berlangsung meriah di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.
Apresiasi ini disampaikan pada Jumat (10/10), menekankan bahwa ajang kompetisi ini memiliki makna lebih dalam dari sekadar perebutan gelar juara. Khofifah melihatnya sebagai momentum krusial dalam mempersiapkan generasi muda yang tangguh dan berkarakter.
Melalui lomba ini, diharapkan tercipta generasi harapan bangsa yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045 dengan semangat harmoni, persatuan, dan persaudaraan. Ini merupakan langkah strategis untuk membentuk SDM unggul di masa depan.
Advertisement
Advertisement
Makna Lomba Paduan Suara Jatim bagi Generasi Emas
Khofifah menegaskan bahwa Lomba Paduan Suara Jatim ini bukan hanya tentang mencari pemenang. Lebih dari itu, kompetisi ini menjadi sarana penting untuk membentuk generasi muda Jawa Timur yang memiliki semangat kebersamaan. Mereka juga diharapkan memiliki persaudaraan yang kuat serta daya saing tinggi.
"Lomba paduan suara bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan momentum menyiapkan generasi harapan bangsa pada Indonesia Emas 2045 dengan semangat harmoni penuh persatuan dan persaudaraan,” kata Khofifah dalam keterangannya diterima di Surabaya, Sabtu.
Ajang ini dinilai Khofifah sebagai wadah penguatan budaya lokal di tengah semangat kebangsaan yang kental. Beragam nuansa budaya daerah tampil dalam setiap penampilan peserta. Hal ini mencerminkan kekayaan dan harmoni yang dimiliki oleh Jawa Timur.
Advertisement
Para peserta Lomba Paduan Suara Jatim secara tidak langsung juga merayakan keberagaman budaya. Mereka menunjukkan bahwa perbedaan adalah kekuatan yang mempersatukan. Ini selaras dengan visi Indonesia Emas 2045.
Advertisement
Perayaan Budaya dan Persatuan di Panggung Harmoni
Lomba Paduan Suara Jatim ini menjadi momen istimewa karena bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Ini adalah kali pertama pentas SMA/SMK dari seluruh Kabupaten/Kota se-Jawa Timur digelar dengan busana antar-daerah yang memukau.
Khofifah mencontohkan, paduan suara dari Kota Blitar tampil dengan kostum bernuansa Madura. Sementara itu, SMAN 1 Manyar Gresik mengenakan kostum Gajah Uling khas Banyuwangi. Ini menunjukkan semangat persatuan dalam keberagaman.
“Artinya, adalah kita ini satu. Jawa Timur satu, Indonesia satu. Bahwa anak-anak sekalian telah mengekspresikan sebagai warga Jatim meskipun warna yang dibawa sebetulnya adalah warna Kabupaten/Kota,” ungkap Khofifah. Pesan ini menggarisbawahi identitas kolektif.
Advertisement
Gubernur Khofifah menyampaikan terima kasih kepada Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai, tim Dinas Pendidikan, dewan juri, kepala sekolah, dan para peserta. Dedikasi dan kerja keras mereka telah menyukseskan acara Lomba Paduan Suara Jatim ini.
Advertisement
Antusiasme dan Harapan untuk Lomba Paduan Suara Jatim Selanjutnya
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa Lomba Paduan Suara Jatim ini diikuti oleh siswa SMA/SMK dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Ini adalah momentum pertama kali ajang serupa digelar di tingkat provinsi.
“Momentum ini baru pertama kali dilaksanakan di tingkat provinsi Jawa Timur. Mereka berharap bisa dilanjutkan di tahun berikutnya, talenta vokal sangat luar biasa,” kata Aries. Antusiasme peserta dan pendamping mencapai sekitar 1.200 orang.
Dalam perlombaan ini, seluruh peserta diwajibkan menyanyikan lagu wajib “Mars Jawa Timur”. Mereka juga membawakan lagu pilihan daerah asal masing-masing, menampilkan kekayaan musikal lokal.
Advertisement
Para juara Lomba Paduan Suara Jatim menerima hadiah uang tunai langsung dari Gubernur Khofifah. Juara 1 mendapatkan Rp15 juta, juara 2 Rp12,5 juta, dan juara 3 Rp10 juta, serta bonus untuk juara harapan. Para pemenang juga akan tampil di Gedung Negara Grahadi pada 12 Oktober, bertepatan dengan Hari Jadi Provinsi Jatim.
Sumber: AntaraNews