Belasan Saksi Diperiksa Terkait Keracunan Massal MBG di Bandung Barat, Ada Siswa hingga Kepala SPPG

Kepolisian bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB, telah mengambil sampel makanan dan muntahan siswa, untuk diserahkan uji laboratorium.

Robby Bouceu
Oleh Robby Bouceu - Reporter
Belasan Saksi Diperiksa Terkait Keracunan Massal MBG di Bandung Barat, Ada Siswa hingga Kepala SPPG
Belasan Saksi Diperiksa Terkait Keracunan Massal MBG di Bandung Barat, Ada Siswa hingga Kepala SPPG (Merdeka.com)

Upaya penyelidikan terkait kasus dugaan keracunan massal siswa imbas menyantap sajian Makan Bergizi Gratis (MBG), di Cipongkor dan Cihampelas Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih berlangsung. Hingga saat ini kepolisian telah memeriksa sejumlah saksi.

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra mengatakan, saksi yang diperiksa antara lain berasal dari pihak perangkat desa, sekolah, kepala dan petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga sejumlah siswa yang menjadi sempat terdampak korban, baik yang di Kecamatan Cipongkor maupun di Cihampelas.

"Sudah ada belasan saksi yang dimintai keterangan dari tiap lokasi. Pemeriksaan masih akan terus berjalan," kata Niko kepada wartawan, Kamis (2/10).

Di sisi lain, Niko menyebut kepolisian bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB, telah mengambil sampel makanan dan muntahan siswa, untuk diserahkan uji laboratorium. Saat ini, hasil resmi dari pengujian tersebut masih dinantikan.

"Beberapa sampel sudah diajukan ke laboratorium, tinggal kita lihat hasilnya apakah bisa menunjang proses lebih lanjut,” ucap dia.

Kondisi Korban

Adapun terkait perkembangan kondisi para korban, Niko mengatakan terus menunjukan situasi positif. Banyak dari mereka yang sempat mendapat penanganan di puskesmas maupun rumah sakit telah kembali ke rumah.

“Alhamdulillah, dari 1.315 siswa yang dilaporkan, sampai dengan saat ini sudah membaik,” imbuh dia.

Soal kabar meninggalnya seorang siswi SMKN 1 Cihampelas bernama Bunga Rahmawati, Niko mengatakan kepolisian masih menunggu keterangan resmi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB dan RSUD Cililin.

“Berdasarkan keterangan sekolah, nama tersebut tidak tercatat dalam daftar korban keracunan. Namun demikian, hal itu tetap akan didalami bersama Dinkes dan RSUD,” ucap Niko.

Polres Cimahi membuka layanan laporan terbuka (open report) bagi keluarga korban maupun masyarakat yang ingin menyampaikan aduan terkait kejadian ini.

“Jika nanti ditemukan adanya dugaan tindak pidana, tentu akan kami tindaklanjuti sesuai prosedur,” pungkas dia.

Rekomendasi