Tahukah Anda? PUPR Denpasar Pasang Kisdam Darurat di Sungai Ayung untuk Amankan Perbaikan Senderan Jebol

PUPR Denpasar mengambil langkah cepat dengan memasang kisdam karung pasir di Sungai Ayung untuk menahan laju air. Ini adalah upaya darurat demi kelancaran perbaikan senderan yang jebol. Bagaimana efektivitasnya?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? PUPR Denpasar Pasang Kisdam Darurat di Sungai Ayung untuk Amankan Perbaikan Senderan Jebol
PUPR Denpasar mengambil langkah cepat dengan memasang kisdam karung pasir di Sungai Ayung untuk menahan laju air. Ini adalah upaya darurat demi kelancaran perbaikan senderan yang jebol. Bagaimana efektivitasnya? (Merdeka.com)

Pemerintah Kota Denpasar, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), telah mengambil tindakan cepat. Mereka memasang kisdam karung pasir di Muara Tukad Ayung, Banjar Tangtu, Desa Kesiman Kertalangu. Langkah ini dilakukan untuk menahan laju air sungai.

Pemasangan kisdam ini merupakan metode darurat yang dinilai efektif. Tujuannya adalah memblokir sementara aliran air dari hulu. Hal ini krusial agar proses pembangunan kembali senderan yang jebol dapat berlangsung aman.

Kepala Dinas PUPR Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Bagus Airawata, menjelaskan pentingnya upaya ini. Perbaikan senderan sungai yang tergerus sepanjang 700 meter menjadi prioritas. Target penyelesaian pengerjaan adalah sebelum musim hujan tiba.

Strategi Darurat Kisdam dan Prioritas Perbaikan Senderan

Kepala Dinas PUPR Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Bagus Airawata, menegaskan bahwa pemasangan kisdam merupakan solusi darurat. Metode ini terbukti efektif dalam menahan laju arus air dari hulu. "Tujuan utama pemasangan kisdam ini adalah memblokir sementara aliran air," katanya. Ini memungkinkan proses pembangunan kembali senderan yang jebol dapat berjalan lebih aman dan lancar.

Senderan sungai yang menjadi fokus perbaikan memiliki panjang signifikan. Kepala Bidang Sumber Daya Air Kota Denpasar, Gandhi Dananjaya Suarka, menyebutkan panjangnya mencapai kurang lebih 700 meter. Struktur tanggul yang akan dibangun kembali memiliki tinggi pasangan 3,5 meter. Fondasi tanggul juga akan diperkuat dengan kedalaman 1 meter untuk memastikan stabilitas jangka panjang.

Untuk menjamin kekuatan dan ketahanan, struktur tanggul nantinya akan menggunakan pasangan batu kali. Ini adalah pilihan material yang kokoh dan tahan lama. "Kami menargetkan pengerjaan dapat rampung sebelum musim hujan tiba," imbuh Gandhi. Target ini penting untuk memastikan masyarakat tidak lagi dihantui rasa cemas akibat potensi banjir.

Sinergi Masyarakat dan Pemulihan Keamanan Lingkungan

Selain fokus pada perbaikan fisik infrastruktur, Pemerintah Kota Denpasar juga menekankan aspek penting lainnya. Peran serta aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sungai menjadi krusial. Kelestarian lingkungan sungai adalah tanggung jawab bersama.

Sinergi antara pemerintah dan warga diyakini menjadi kunci utama dalam upaya mitigasi bencana. Kolaborasi ini diharapkan dapat mencegah banjir kembali menimbulkan kerusakan serupa di masa mendatang. Upaya perbaikan ini bukan hanya tentang infrastruktur, melainkan juga membangun kesadaran kolektif terhadap lingkungan.

Langkah proaktif ini menunjukkan komitmen Pemkot Denpasar dalam melindungi warganya. Dengan perbaikan infrastruktur yang kokoh dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan Denpasar dapat lebih tangguh. Kesiapan menghadapi tantangan lingkungan di masa depan menjadi prioritas utama.

Pemkot Denpasar berharap perbaikan ini membawa dampak lebih luas. "Perbaikan ini diharapkan tidak hanya memulihkan infrastruktur, tetapi juga memulihkan rasa aman masyarakat sekaligus memperkuat kesiapan Denpasar menghadapi potensi bencana ke depan," ujarnya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi