Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyerukan kepada seluruh wisudawan Universitas KH Abdul Chalim (UKHAC) Mojokerto untuk menjadi generasi yang inovatif, kreatif, dan adaptif. Ajakan ini disampaikan dalam orasi ilmiahnya pada Wisuda Program Strata I, II, III dan Sidang Senat Terbuka yang berlangsung di UKHAC, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, pada Minggu (21/9).
Pesan tersebut memiliki tujuan strategis, yakni mempersiapkan sumber daya manusia unggul yang mampu berkontribusi nyata dalam mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045. Khofifah menekankan bahwa pendidikan yang stagnan akan menghambat kemajuan, sehingga pengembangan ilmu pengetahuan dan pengabdian yang ikhlas menjadi kunci utama.
Melalui pidatonya, Khofifah menggarisbawahi pentingnya peran perguruan tinggi dalam mencetak individu yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki daya saing global. Kontribusi lulusan UKHAC diharapkan tidak hanya berdampak di Jawa Timur, melainkan juga di kancah nasional bahkan internasional.
Advertisement
Advertisement
Pendidikan sebagai Investasi Peradaban Bangsa
Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi terbesar yang fundamental dalam membangun sebuah peradaban. Menurutnya, data peningkatan peringkat Indonesia di berbagai indeks global menjadi sinyal positif bahwa arah kebijakan bangsa sudah tepat.
Indonesia telah menunjukkan peningkatan signifikan, seperti pada Global Competitiveness Index yang naik dari posisi 44 (2022) menjadi 27 (2024), Global Innovation Index dari 61 (2023) ke 54 (2024), serta Global Talent Competitiveness Index yang mencapai posisi 46 versi IMD World Talent Ranking 2024. Peningkatan ini menunjukkan fondasi ekonomi yang kuat, namun perlu ditopang oleh sumber daya manusia unggul.
“Pendidikan yang stagnan akan menghasilkan generasi yang tertinggal. Oleh karena itu, saya mengajak lulusan Universitas KH Abdul Chalim untuk terus mengembangkan ilmu, menebar amal bermanfaat, dan melakukannya dengan ikhlas. Dengan begitu kontribusi perguruan tinggi dapat dirasakan, bukan hanya di Jawa Timur, tetapi juga di Indonesia bahkan dunia,” ujar Khofifah.
Advertisement
Daya saing bangsa harus terus diperkuat melalui pendidikan yang mampu melahirkan Generasi Inovatif, kreatif, dan adaptif, yang senantiasa berpijak pada ilmu, amal, dan ikhlas sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.
Advertisement
Komitmen Jawa Timur dalam Mencetak SDM Unggul
Sebagai provinsi dengan jumlah penduduk lebih dari 42 juta jiwa dan memiliki jumlah perguruan tinggi terbanyak kedua di Indonesia, Jawa Timur dinilai memiliki potensi besar untuk melahirkan generasi emas. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menunjukkan komitmen kuat terhadap pendidikan melalui program Jatim Cerdas dalam Nawa Bhakti Satya Jilid II.
Sejak tahun 2019, program ini telah memberikan Beasiswa Santri Unggul kepada 6.876 santri dan mahasiswa, termasuk 1.193 penerima beasiswa pada tahun ini. Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung akses pendidikan yang lebih luas dan merata bagi masyarakat Jawa Timur.
Selain itu, Pemprov Jatim juga menjalankan Program Double Track yang mengintegrasikan pendidikan akademik dengan vokasi, guna membekali siswa dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri. Upaya lain yang dilakukan adalah menghadirkan kampus internasional, seperti King’s College London di Malang dan Western Sydney University di Surabaya, untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing global.
Advertisement
“Semua prestasi ini menunjukkan fondasi ekonomi yang kuat. Namun yang lebih penting adalah bagaimana kekuatan ekonomi tersebut ditopang oleh sumber daya manusia unggul, kreatif, dan inovatif yang berpijak pada ilmu, amal, dan ikhlas, sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan,” kata Khofifah, menutup orasinya dengan keyakinan bahwa lulusan UKHAC akan menjadi penggerak utama kemajuan Jawa Timur dan turut mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Sumber: AntaraNews