Fakta Unik: Indonesia Berpotensi '13.000 Maladewa Baru', Pemerintah Prioritaskan Pengembangan Pemukiman Pesisir

Pemerintah serius menggarap pengembangan pemukiman pesisir yang masih didominasi permukiman kumuh, dengan target membangun 1 juta rumah dan potensi '13.000 Maladewa baru'.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik: Indonesia Berpotensi '13.000 Maladewa Baru', Pemerintah Prioritaskan Pengembangan Pemukiman Pesisir
Wakil Menteri PKP Fahri Hamzah menegaskan **penataan kawasan permukiman pesisir** menjadi prioritas, menargetkan '13.000 Maladewa baru' untuk tingkatkan kualitas hidup dan ekonomi maritim. (Merdeka.com)

Pemerintah Indonesia secara serius memprioritaskan pengembangan pemukiman pesisir di seluruh wilayah nusantara. Langkah ini diambil mengingat sebagian besar area pesisir masih didominasi oleh permukiman kumuh. Kondisi ini seringkali disertai dengan sanitasi yang tidak memadai, menjadikannya sumber polusi dan area yang kurang sehat.

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah, mengungkapkan target ambisius Presiden Joko Widodo untuk membangun satu juta rumah di wilayah pesisir. Ini sejalan dengan potensi besar Indonesia yang memiliki sekitar 12.870 desa pesisir, yang sebagian besar teridentifikasi sebagai kawasan kumuh.

Upaya pengembangan pemukiman pesisir ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir, khususnya para nelayan, sekaligus melestarikan kearifan lokal. Kolaborasi lintas kementerian menjadi kunci untuk mencapai pembangunan berkelanjutan di area strategis ini.

Kondisi Mendesak dan Target Ambisius Pengembangan Pemukiman Pesisir

Wakil Menteri PKP Fahri Hamzah menegaskan bahwa pengembangan pemukiman pesisir merupakan prioritas utama pemerintah. Kondisi ini didasari oleh fakta bahwa banyak kawasan pesisir masih diidentifikasi sebagai permukiman kumuh. Sanitasi yang buruk di area tersebut turut berkontribusi pada masalah lingkungan dan kesehatan.

Hamzah mengutip pernyataan Presiden yang menargetkan pembangunan satu juta rumah di kawasan pesisir. "Presiden mengatakan kami akan membangun 1 juta rumah di pesisir. Sementara itu, dari sekitar 12.870 desa pesisir, wilayah pesisir umumnya teridentifikasi sebagai permukiman kumuh," ujarnya. Hal ini menunjukkan skala tantangan yang dihadapi.

Oleh karena itu, kawasan pesisir juga menjadi sumber polusi yang signifikan dan salah satu area yang dianggap tidak sehat. Pengembangan pemukiman pesisir yang terencana diharapkan dapat mengatasi permasalahan lingkungan dan sosial yang ada. Ini juga membuka peluang besar untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Pembangunan Berkelanjutan

Fahri Hamzah menjelaskan bahwa penataan kawasan permukiman harus dilakukan secara terpadu. Pendekatan ini melibatkan kolaborasi antara kebijakan, institusi, program, dan alokasi anggaran yang efektif. Sinergi ini penting untuk mencapai hasil yang optimal dan berkelanjutan.

Dalam rangka mewujudkan hal tersebut, Wakil Menteri PKP telah bertemu dengan perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Pertemuan ini membahas peluang kolaborasi dalam pengembangan pemukiman pesisir. Diharapkan, kerja sama ini dapat menjadi model bagi pembangunan pesisir yang berkelanjutan.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Ridwan Mulyana, menyatakan komitmen kementeriannya untuk mendukung program ini. "Kami akan bersama-sama mengidentifikasi dan mensurvei lokasi, memperkuat dasar hukum, seperti pedoman teknis, dan memastikan bahwa pengembangan wilayah tidak hanya untuk nelayan tetapi juga untuk masyarakat pesisir lainnya," kata Mulyana.

Meskipun tantangan terletak pada belanja anggaran, Mulyana menyambut baik rencana ini. Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat nelayan dan pesisir. Sekaligus juga diharapkan dapat melestarikan kearifan lokal yang ada.

Program Konkret dan Potensi Wisata Bahari Indonesia

Kementerian PKP, melalui Direktorat Jenderal Kawasan Permukiman, telah menyiapkan program peningkatan perumahan di wilayah pesisir. Program ini diwujudkan melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Direktur Jenderal Kawasan Permukiman Kementerian PKP, Fitrah Nur, menyatakan bahwa pembangunan atau peningkatan kualitas rumah di pesisir adalah program prioritas.

Selain itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan juga siap berkolaborasi dengan Kementerian PKP dan Kementerian Pariwisata. Kerja sama ini bertujuan untuk mengembangkan kawasan nelayan menjadi area pemukiman yang layak. Lebih jauh, kawasan ini juga berpotensi menjadi destinasi wisata masa depan.

Fahri Hamzah bahkan menyebutkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menciptakan "13.000 Maladewa baru" di sepanjang garis pantai. Ini merupakan alasan kuat bagi pemerintah untuk mengembangkan perumahan pesisir. Pengembangan ini akan terintegrasi dengan ekosistem ekonomi maritim dan pariwisata.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi