Buntut Tegur Anak Wali Kota Arlan, Kepsek SMPN 1 Prabumulih Akui Sempat Dimutasi & Digantikan Plt

Kepala Sekolah SMPN 1 Prabumulih, Roni Ardiansyah mengaku sempat digantikan oleh seorang Plt Kepsek.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Buntut Tegur Anak Wali Kota Arlan, Kepsek SMPN 1 Prabumulih Akui Sempat Dimutasi & Digantikan Plt
Walkot Prabumulih Disanksi Kemendagri Buntuk Pencopotan Kepala Sekolah (merdeka.com)

Kepala Sekolah SMPN 1 Prabumulih, Roni Ardiansyah mengaku sempat digantikan oleh seorang Plt Kepsek. Hal ini disampaikan setelah menjalani pemeriksaan di Kantor Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Jakarta.

"Saya hanya mengikuti aturan dari pemerintah dan juga mungkin melalui dinas pendidikan, dan akhirnya pada hari yang ditentukan juga, saya juga menerima bahwa isu yang beredar, berita yang beredar, saya harus mungkin mendapat teguran, dengan harus diganti dengan mungkin kepala sekolah yang baru atau Plt, itu saja," kata Roni dalam konferensi pers di Kantor Itjen Kemendagri, Jakarta, Kamis (18/9).

Proses Mutasi Kepsek SMPN 1 Prabumulih

Usai Saling Memaafkan, Kepsek SMPN 1 Prabumulih Resmi Bertugas Kembali
Usai Saling Memaafkan, Kepsek SMPN 1 Prabumulih Resmi Bertugas Kembali Winda Nelfira

Sementara itu, Wali Kota Prabumulih Arlan menjelaskan, mutasi yang dilakukan olehnya terhadap Roni hanya melalui lisan kepada Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Prabumulih, Darmadi.

"Tidak (pencopotan) Pak, belum ada pencopotan dengan Pak Rony ini, cuma secara lisan penyampaian saya, tolong kasih tahu ke Pak Kepala Sekolah, melalui Kepala Dinas Penidikan, tolong ditegur Pak Roni, jangan sampai terulang lagi, kaget aku copot, cuma sebatas itu," ujar Arlan.

Satpam Tak Jadi Dimutasi

Kemudian, terkait dengan mutasi terhadap satpam sekolah tersebut dipastikan oleh Arlan tidak jadi dilakukan, meski sempat dipindah ke Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

"Sekuriti sudah dikembalikan ke sekolahan dan memang bukan dikeluarkan atau diinikan, cuma dikasih teguran. Aku suruh dia di Satpol PP sementara, tapi dikembalikan lagi, sudah saya kembalikan," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, warganet dihebohkan dengan pencopotan secara mendadak Roni Ardiansyah sebagai Kepala SMP Negeri 1 Prabumulih, diduga usai menegur anak kepala daerah setempat karena membawa mobil sendiri ke sekolah.

Pencopotan mendadak tersebut sontak membuat para siswa tak bisa menerimanya. Alhasil, prosesi perpisahan Roni di sekolah yang dipimpinnya dihiasi tangis haru anak didik, Senin (15/9).

Kejadian ini pun viral di media sosial setelah sejumlah akun memposting video momen perpisahan terjadi. Nampak Roni dikerumuni para siswa untuk dicium tangan.

Para siswa tak mampu menahan air mata karena harus berpisah dengan kepsek yang dihormati. Sama halnya dengan guru-guru yang berbaris di belakangnya.

Roni dicopot dari jabatannya itu diduga akibat pernah menegur anak Wali Kota Prabumulih membawa mobil ke sekolah. Ceritanya, Roni menegur agar siswa yang baru berusia 13 tahun itu tidak memarkirkan mobil di halaman sekolah karena akan mengganggu kegiatan dan terjadi kesenjangan sosial.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prabumulih, A Darmadi membantah pencopotan Roni Ardiansyah lantaran menegur anak kepala daerah membawa mobil sendiri ke sekolah.

"Tidak benar bahwa alasan mutasi karena anak wali kota," kata Darmadi.

Dia mengklaim banyak hal yang melatarbelakangi mutasi jabatan dengan berbagai pertimbangan dan tujuan. Yakni memberikan penyegaran di lingkungan SMP Negeri 1 Prabumulih untuk mempercepat program-program Wali Kota dan Wakil Wali Kota khususnya bidang pendidikan. Tujuan lain meningkatkan kerjasama dan kolaborasi antar guru di sekolah tersebut.

"Di samping itu dia telah menjabat kepsek SMP Negeri 1 sepuluh tahun, lebih dari dua periode," kata Darmadi.

Rekomendasi