Bupati Lebak, Mochamad Hasbi Asyidiki, baru-baru ini menyerukan ajakan kepada seluruh Pasangan Usia Subur (PUS) di wilayahnya. Beliau mengajak mereka untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan Program Keluarga Berencana Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (KB MKJP).
Langkah ini diambil sebagai upaya strategis pemerintah daerah untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk (LPP) yang terus meningkat. Inisiatif ini merupakan bagian dari peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia 2025 yang berlangsung dari tanggal 1 hingga 13 September 2025.
Pemerintah berharap melalui program KB MKJP, masyarakat dapat merencanakan keluarga dengan lebih baik. Hal ini akan berkontribusi pada pencapaian keluarga berkualitas serta generasi yang lebih sehat di masa depan.
Advertisement
Advertisement
Antusiasme Peserta dan Status Prioritas Nasional
Antusiasme PUS di Kabupaten Lebak terhadap program KB MKJP menunjukkan angka yang menggembirakan. Selama periode peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia 2025, tercatat ada 946 akseptor KB MKJP yang berpartisipasi aktif.
Bupati Hasbi Asyidiki menyatakan apresiasinya terhadap capaian tersebut. "Kita mengapresiasi PUS di daerah ini cukup tinggi menjadi peserta akseptor program KB," ujarnya dalam keterangan resmi di Lebak, Provinsi Banten.
Rincian peserta akseptor meliputi 485 orang menggunakan KB suntik, 251 orang memilih pil, dan 17 orang menggunakan kondom. Selain itu, terdapat 151 akseptor implan, 26 akseptor IUD, serta 16 akseptor MOW (Metode Operasi Wanita) yang menjadi bagian dari program ini.
Advertisement
Kabupaten Lebak sendiri telah ditetapkan sebagai daerah sasaran Program Prioritas Nasional (Pro PN) oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Banten. Penetapan ini didasarkan pada pertimbangan potensi persalinan yang tinggi, mencapai 25.465 persalinan, serta proporsi keluarga berisiko stunting (KRS) yang signifikan, yaitu 17,26 persen dari total keluarga di Lebak.
Advertisement
Strategi Pemerintah Menekan Laju Pertumbuhan Penduduk
Laju pertumbuhan penduduk memiliki dampak besar terhadap kondisi sosial dan ekonomi suatu negara. Indonesia saat ini termasuk dalam daftar negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia, sehingga upaya pengendalian menjadi sangat krusial.
Pemerintah Kabupaten Lebak memahami urgensi ini dan menjadikan gerakan keluarga berencana sebagai salah satu strategi utama. Dengan merencanakan berkeluarga, masyarakat dapat menentukan waktu ideal untuk memiliki anak.
Perencanaan ini juga mencakup pengaturan jarak usia antar-anak dan jumlah anak yang diinginkan oleh pasangan. Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan keluarga yang lebih sejahtera dan terencana.
Advertisement
Sebagai bentuk dukungan, pelayanan metode kontrasepsi kini tersedia secara gratis di semua fasilitas kesehatan. Baik fasilitas milik pemerintah maupun swasta, semuanya memberikan akses tanpa biaya bagi PUS, baik peserta baru maupun yang ingin mengulang.
Advertisement
Dukungan Fasilitas dan Harapan Masa Depan
Untuk memperkuat program KB MKJP, Pemerintah Kabupaten Lebak menyerahkan alat penunjang berupa Laparoskopi MOW. Alat ini diperuntukkan bagi pelayanan kontrasepsi mantap melalui prosedur operatif bagi perempuan.
Laparoskopi MOW sangat bermanfaat bagi pasangan yang sudah tidak ingin menambah jumlah anak atau memiliki alasan kesehatan yang mengharuskan perempuan menghindari kehamilan. Bupati Hasbi Asyidiki berharap alat ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin demi kepentingan masyarakat Lebak.
"Kami berharap momentum ini akan memberikan keleluasaan bagi terpenuhinya kebutuhan masyarakat akan ber-KB," tegasnya.
Advertisement
Guna memastikan penggunaan optimal, pelatihan klinik Laparoskopi Tubektomi praktik hands on akan dilaksanakan pada Senin, 22 September. Pelatihan ini melibatkan tim provider RS Kartini oleh vendor yang bekerja sama dengan Perkumpulan Kontrasepsi Mantap Indonesia (PKMI) Pusat, dengan fasilitator pakar dr. FCChrustofani Ekapatria Sp.OG, SubSp dan Ir. Muammar.
Pemerintah kabupaten sangat berharap pemanfaatan alat penunjang ini akan memberikan dampak signifikan. Terutama dalam meningkatkan cakupan pelayanan MOW di Kabupaten Lebak yang selama ini masih tergolong rendah.
Bupati Hasbi Asyidiki menegaskan komitmennya: "Kita dukung suksesnya program KB sebagai bagian dari penguatan dicapainya keluarga berkualitas yang menghasilkan generasi sehat, berkarakter dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045."
Advertisement
Sumber: AntaraNews