Tahukah Anda? Palembang Butuh 225 Armada Angkutan Sampah, Kini Baru Punya 141 Unit, Segera Ditambah!

Pemerintah Kota Palembang serius menambah armada angkutan sampah untuk optimalkan kebersihan kota. Idealnya 225 unit, saat ini baru 141 unit. Bagaimana strategi penanganan sampah Palembang?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Palembang Butuh 225 Armada Angkutan Sampah, Kini Baru Punya 141 Unit, Segera Ditambah!
Pemerintah Kota Palembang serius menambah armada angkutan sampah untuk optimalkan kebersihan kota. Idealnya 225 unit, saat ini baru 141 unit. Bagaimana strategi penanganan sampah Palembang? (Merdeka.com)

Pemerintah Kota Palembang terus berupaya keras untuk menjaga kebersihan wilayahnya. Langkah strategis diambil dengan menambah armada angkutan sampah di 18 kecamatan Ibu Kota Sumatera Selatan. Upaya ini dilakukan untuk mengoptimalkan penanganan ribuan ton sampah yang dihasilkan setiap harinya.

Wakil Wali Kota Palembang, Prima Salam, menjelaskan kebutuhan ideal armada mencapai 225 unit. Saat ini, kota tersebut baru memiliki 141 unit dan akan segera mendapatkan tambahan enam unit lagi. Penambahan ini diharapkan dapat mengurangi kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan fasilitas.

Selain penambahan armada, Pemkot Palembang juga mengoptimalkan peran 83 bank sampah yang tersebar. Inisiatif ini bertujuan untuk mengelola dan memanfaatkan sampah sebelum dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Partisipasi aktif masyarakat sangat diharapkan dalam menjaga lingkungan tetap bersih dan lestari.

Produksi sampah harian di Palembang mencapai angka fantastis, sekitar 1.200 ton setiap hari. Untuk mengangkut volume sampah sebesar itu, idealnya dibutuhkan 225 mobil angkutan sampah. Namun, kondisi saat ini menunjukkan bahwa armada yang tersedia baru berjumlah 141 unit.

Wakil Wali Kota Palembang, Prima Salam, menegaskan komitmen pemerintah untuk mengatasi kesenjangan ini. "Untuk mengangkut sampah sekitar 1.200 ton setiap hari idealnya membutuhkan 225 mobil angkutan sampah, sementara armada yang ada sekarang ini hanya 141 unit dan segera ditambah enam unit lagi," kata Prima Salam. Penambahan enam unit ini merupakan langkah awal yang krusial.

Peningkatan produksi sampah ini berasal dari berbagai aktivitas masyarakat. Rumah tangga, perkantoran, pertokoan, dan pasar menjadi penyumbang utama volume sampah. Oleh karena itu, infrastruktur pengolahan yang memadai menjadi sangat penting untuk menjaga kebersihan lingkungan kota.

Selain penambahan armada angkutan sampah, Pemerintah Kota Palembang juga fokus pada optimalisasi 83 bank sampah. Bank-bank sampah ini tersebar di 18 wilayah kecamatan dan memiliki potensi besar dalam pengelolaan sampah. Tujuannya adalah agar sebagian sampah dapat dikelola dan dimanfaatkan sebelum mencapai TPA.

Prima Salam menekankan pentingnya peran bank sampah. "Bank sampah yang tersebar di 18 wilayah kecamatan perlu dioptimalkan sehingga dapat mengelola dan memanfaatkan sebagian sampah sebelum dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA)," ujarnya. Ini menunjukkan strategi komprehensif dalam penanganan sampah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang, Akhmad Mustain, turut mengajak warga untuk aktif melakukan daur ulang sampah. Ia juga menyarankan pengurangan penggunaan kantong plastik. Daur ulang tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga dapat memberikan nilai ekonomi.

Mustain menjelaskan manfaat daur ulang, "Melalui kegiatan itu, selain dapat memanfaatkan sampah menjadi uang atau memiliki nilai ekonomi, juga bisa mengurangi pencemaran lingkungan dari sampah plastik yang sulit terurai di tanah." Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

Upaya penambahan armada angkutan sampah dan optimalisasi bank sampah ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Pemkot Palembang. Diharapkan, dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, masalah sampah di kota ini dapat teratasi secara efektif. Ini demi menciptakan lingkungan kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi seluruh warganya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi