20 Jam Pencarian, Jasad Wanita yang Melompat di Bendungan Pinrang Akhirnya Ditemukan Tim SAR Gabungan

Setelah 20 jam pencarian intensif, jasad wanita bernama Heriyanti yang melompat di Bendungan Pinrang berhasil ditemukan tim SAR gabungan, mengakhiri operasi penyelamatan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
20 Jam Pencarian, Jasad Wanita yang Melompat di Bendungan Pinrang Akhirnya Ditemukan Tim SAR Gabungan
Setelah 20 jam pencarian intensif, jasad wanita bernama Heriyanti yang melompat di Bendungan Pinrang berhasil ditemukan tim SAR gabungan, mengakhiri operasi penyelamatan. (Merdeka.com)

Tim SAR gabungan akhirnya menemukan jasad seorang wanita bernama Heriyanti (32) yang sebelumnya dilaporkan melompat dari Bendungan Patampanua Benteng, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Penemuan ini mengakhiri pencarian intensif yang berlangsung selama hampir satu hari penuh. Jasad korban ditemukan di lokasi yang berjarak cukup jauh dari titik awal kejadian.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Basarnas Kelas A Makassar, Andi Sultan, mengonfirmasi penemuan tersebut pada Sabtu (13/9). Korban ditemukan terdampar di pinggiran Bendungan Benteng, sekitar enam kilometer dari lokasi kejadian. Jenazah Heriyanti segera dievakuasi untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Operasi pencarian ini dimulai setelah laporan warga diterima pada Jumat (12/9) sore sekitar pukul 15.37 WITA. Keberhasilan penemuan jasad Heriyanti merupakan hasil kerja keras dan koordinasi yang baik dari seluruh tim yang terlibat dalam operasi SAR tersebut.

Kronologi Kejadian dan Laporan Awal

Insiden tragis ini bermula pada Jumat (12/9) sore, ketika Heriyanti dilaporkan melompat dari Bendungan Patampanua Benteng. Informasi awal didapatkan dari laporan warga yang melihat kejadian tersebut. Rekaman CCTV bendungan juga memperlihatkan korban melintas di Bendungan Benteng sebelum kejadian.

Keterangan dari warga setempat menyebutkan bahwa korban meninggalkan beberapa barang pribadi di lokasi. Sebuah sepeda motor, ponsel, dan sendal ditemukan, serta jejak kaki yang terlihat di pinggiran bendungan. Temuan ini semakin memperkuat dugaan bahwa Heriyanti memang melompat ke dalam air.

Merespons laporan tersebut, tim SAR gabungan segera dibentuk dan dikerahkan ke lokasi. Tim ini terdiri dari Basarnas Unit SAR Parepare, personel TNI-Polri, serta berbagai potensi SAR lainnya. Mereka memulai operasi pencarian dan penyelamatan sesaat setelah laporan diterima.

Operasi Pencarian Intensif Tim SAR

Pencarian jasad Heriyanti dilakukan secara intensif sejak Jumat sore dan dilanjutkan pada Sabtu pagi. Tim SAR gabungan menghadapi tantangan dalam menyisir area bendungan yang luas. Pada hari pertama, upaya pencarian belum membuahkan hasil yang signifikan.

Pada Sabtu pagi, tim dibagi menjadi beberapa kelompok untuk memaksimalkan area cakupan pencarian. Mereka melaksanakan penyisiran dan penyelaman pada sisi kanan bendungan. Penggunaan perahu karet juga menjadi salah satu metode yang diterapkan untuk menyisir permukaan air dan tepian bendungan secara lebih efektif.

Berbagai upaya dan strategi pencarian terus dilakukan tanpa henti. Koordinasi antar tim sangat penting untuk memastikan setiap area yang potensial dapat diperiksa. Fokus utama adalah menemukan jasad korban secepat mungkin untuk memberikan kepastian kepada keluarga.

Penemuan dan Evakuasi Korban

Setelah 20 jam pencarian yang melelahkan, jasad Heriyanti akhirnya ditemukan oleh tim gabungan. Lokasi penemuan berada sekitar enam kilometer dari titik awal korban melompat, yaitu di pinggiran Bendungan Benteng. Penemuan ini menjadi titik terang setelah berjam-jam pencarian tanpa henti.

Jasad korban kemudian dimasukkan ke dalam kantong jenazah dan dievakuasi menggunakan perahu karet menuju daratan. Dari sana, ambulans telah disiapkan untuk membawa jenazah Heriyanti ke rumah duka. Proses evakuasi berjalan lancar berkat kesigapan tim di lapangan.

Dengan ditemukannya jasad Heriyanti, operasi SAR dinyatakan selesai dan secara resmi ditutup. Andi Sultan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tim yang terlibat. "Dengan penemuan korban ini, maka operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. Kepada seluruh tim dalam operasi ini disampaikan apresiasi dan terima kasih atas kinerjanya," ucap Andi Sultan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi