Tim Horseback Archery Indonesia Siap Berlaga di Kejuaraan Dunia AS 2025

Tiga atlet terbaik Horseback Archery Indonesia siap mengukir sejarah di Kejuaraan Dunia IHAA 2025 di AS. Mampukah mereka membawa pulang medali emas?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tim Horseback Archery Indonesia Siap Berlaga di Kejuaraan Dunia AS 2025
Tiga atlet terbaik Horseback Archery Indonesia siap mengukir sejarah di Kejuaraan Dunia IHAA 2025 di AS. Mampukah mereka membawa pulang medali emas? (Merdeka.com)

Tiga atlet kebanggaan Horseback Archery Indonesia, Azral Mardin, Omar Farooq Putra Alleut, dan Kaisar Akhtar Firdauz, akan mengharumkan nama bangsa. Mereka siap berkompetisi di ajang bergengsi Kejuaraan Dunia International Horseback Archery Alliance (IHAA) World Championships 2025. Ajang ini akan diselenggarakan di Tennessee Valley Archery, Amerika Serikat, mulai 19 hingga 21 September mendatang.

Keberangkatan tim Horseback Archery Indonesia ke Amerika Serikat telah dilakukan pada Sabtu (13/9). Mereka didampingi oleh Ketua Tim Deri Asta, Manajer Tim Ali Fathi Assegaff, serta pelatih Bandiono. Para atlet ini telah melalui seleksi ketat di Kejuaraan HBA Piala Ketua Umum PP Pordasi di Bali dan Try Out to Tennessee di Banten.

Partisipasi ini merupakan hasil dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk PP Pordasi dan Komite Olimpiade Indonesia. Persiapan matang telah dilakukan demi meraih prestasi terbaik di kancah internasional. Tim berharap dapat mengibarkan bendera Merah Putih di podium juara dunia.

Para atlet Horseback Archery Indonesia tidak berangkat tanpa persiapan. Mereka lolos seleksi ketat melalui dua ajang penting: Kejuaraan HBA Piala Ketua Umum PP Pordasi di Denpasar, Bali, pada 10–12 Mei, serta ajang Try Out to Tennessee di Banten pada 3 Juni. Proses seleksi ini memastikan hanya atlet terbaik yang mewakili Indonesia.

Deri Asta, Ketua Komisi HBA PP Pordasi, mengungkapkan rasa syukurnya atas dukungan yang diterima. "Alhamdulillah Kami mendapatkan dukungan penuh dari PP Pordasi, lalu kami juga mengucapkan terima kasih kepada Komite Olimpiade Indonesia yang telah membantu persiapan administrasi dan pihak Pussenkav TNI AD dalam hal ini Yonkavkud I Sembrani yang telah memberikan latihan pembinaan mental, disiplin, dan kemampuan atlet sebelum berangkat ke Amerika Serikat," ujar Deri secara tertulis.

Setibanya di Tennessee, para atlet akan menjalani program pelatihan pra-kompetisi intensif. Program ini dijadwalkan pada 14–17 September, bertujuan untuk membantu mereka beradaptasi. Adaptasi meliputi kondisi lapangan, cuaca, serta perbedaan waktu yang signifikan antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Sebelum keberangkatan, pemusatan latihan juga telah dilaksanakan di Yonkavkud I Sembrani, Parongpong, Bandung Barat, pada 5–7 September. Manajer tim Ali Fathi Assegaff menjelaskan bahwa fokus latihan tersebut adalah pembinaan mental, peningkatan kemampuan teknis, dan menjaga kesehatan atlet. Ini menunjukkan komitmen tinggi tim Horseback Archery Indonesia.

Dukungan terhadap tim Horseback Archery Indonesia datang dari berbagai lini. Selain PP Pordasi dan Komite Olimpiade Indonesia yang membantu administrasi, Pussenkav TNI AD melalui Yonkavkud I Sembrani juga berperan besar. Mereka memberikan pelatihan pembinaan mental, disiplin, dan kemampuan fisik kepada para atlet.

Ketua Umum PP Pordasi, Aryo PS Djojohadikusumo, menyampaikan harapannya agar tim dapat meraih prestasi membanggakan. Beliau menekankan pentingnya tugas negara ini bagi para atlet. Pesan ini menjadi motivasi tambahan bagi seluruh anggota tim yang akan berlaga.

"Laksanakan tugas negara ini dengan sebaik-baiknya. Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto berpesan agar para atlet berkuda Indonesia dapat berprestasi di dunia internasional. Kibarkan merah putih demi harkat dan martabat bangsa dan negara," tutur Aryo. Pesan ini menggarisbawahi urgensi dan kebanggaan yang diemban oleh tim Horseback Archery Indonesia.

Kejuaraan Dunia IHAA 2025 akan menjadi ajang pembuktian kemampuan para atlet Horseback Archery Indonesia. Mereka akan menghadapi tantangan adaptasi yang tidak mudah, mulai dari perbedaan zona waktu hingga kondisi lingkungan yang baru. Namun, dengan persiapan matang, diharapkan adaptasi dapat berjalan lancar.

Kelas-kelas yang akan dipertandingkan dalam kejuaraan ini cukup beragam. Meliputi kelas Raid, Tower, dan Hunt, baik untuk kategori tim maupun perseorangan. Ini memberikan kesempatan bagi atlet untuk menunjukkan keunggulan mereka di berbagai disiplin panahan berkuda.

Fokus pada pembinaan mental dan kesehatan atlet selama pemusatan latihan sangat krusial. Kondisi fisik dan mental yang prima akan menjadi kunci untuk bersaing di level dunia. Tim Horseback Archery Indonesia bertekad memberikan penampilan terbaiknya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi