Akhir Drama Sopir Bank Nekat Bawa Kabur Uang Rp10 Miliar, Sempat Beli Rumah Tanpa Ditawar

Penangkapan ini terjadi setelah warga setempat mulai merasa curiga dengan kehadiran beberapa orang asing di daerah mereka.

Hendro
Oleh Hendro - Reporter
Akhir Drama Sopir Bank Nekat Bawa Kabur Uang Rp10 Miliar, Sempat Beli Rumah Tanpa Ditawar
sopir mobil bank daerah beli rumah di gunungkidul (Liputan6.com/istimewa). (© 2025 Liputan6.com)

Drama pelarian Anggun, seorang sopir mobil operasional Bank Jateng yang nekat membawa kabur uang sebesar Rp10 miliar, berakhir di Gunungkidul. Polisi berhasil menangkap pria yang juga dikenal dengan nama Dwi tersebut di sebuah rumah sederhana yang terletak di Dusun Pejanten, Kalurahan Giriwungu, Kapanewon Panggang.

Penangkapan ini terjadi setelah warga setempat mulai merasa curiga dengan kehadiran beberapa orang asing di daerah mereka.

Sinto, seorang warga yang merawat rumah yang hendak dijual, menceritakan bahwa sejak hari Jumat lalu, ada tiga orang yang datang untuk melihat rumah milik saudaranya.

"Mereka bilang dari Obelik. Katanya ingin lihat rumah yang mau dijual di sini. Orangnya menyebut nama Pak Budi dari Bantul, dan satu lagi Pak Dwi atau Anggun dari Sleman," ungkap Sinto pada Senin (8/9).

Tanpa ragu, mereka langsung menyepakati harga rumah yang ditawarkan sebesar Rp150 juta tanpa melakukan proses tawar-menawar seperti biasanya dalam transaksi jual-beli rumah.

"Hari itu juga rumah langsung mau ditinggali."

Hal ini semakin memperkuat kecurigaan warga, mengingat tindakan yang terkesan terburu-buru tersebut. Penangkapan Anggun menunjukkan betapa cepatnya situasi dapat berubah, dari seorang sopir yang bekerja di bank menjadi buronan yang dikejar polisi setelah melakukan tindakan kriminal yang berani.

Ternyata Uang Belum Diberikan

Drama Pelarian Sopir Bank Daerah Bawa Kabur Duit Rp 10 M, Beli Rumah Tanpa Tawar Menawar
sopir mobil bank daerah beli rumah di gunungkidul (Liputan6.com/istimewa). © 2025 Liputan6.com

Kadiso, yang merupakan tetangga Sinto, menyampaikan bahwa setelah harga disepakati, warga di sekitar diminta untuk hadir pada malam Sabtu, sekitar tanggal 5 September, guna mengikuti acara paseksen atau menyaksikan penandatanganan akta jual beli rumah.

Namun, meskipun acara tersebut telah dilaksanakan, uang sebesar Rp 150 juta belum juga diserahkan. Tidak lama setelah itu, Sinto melihat empat orang baru yang datang dan mulai menghuni rumah tersebut.

Mereka terdiri dari dua perempuan, satu tua dan satu muda, serta dua pria yang dikenal dengan nama Budi dan Dwi, atau Anggun. Kehadiran mereka sempat menimbulkan tanda tanya di kalangan warga, tetapi karena mereka terlihat seperti keluarga, orang-orang di sekitar tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut.

Namun, keanehan mulai terasa ketika aktivitas di rumah tersebut tampak sangat tertutup. Warga setempat, termasuk Sinto, tidak menyangka bahwa salah satu penghuni rumah itu adalah buronan polisi yang sedang diburu setelah terungkapnya kasus penggelapan uang miliaran rupiah.

Kini, setelah Anggun berhasil ditangkap, rumah sederhana di Pejanten itu tiba-tiba menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat.

"Saya sendiri baru tahu kalau yang ditangkap itu sopir bank yang bawa kabur uang miliaran. Padahal kemarin-kemarin saya sempat ngobrol biasa," ungkap Sinto.

Rekomendasi