Mahfud MD: Demonstrasi Akumulasi Kekecewaan Publik Terhadap Kebijakan Pemerintah Tak Pernah Ditanggapi Serius

Mahfud menilai demonstrasi ini merupakan aksi organik karena akumulasi kekecewaan publik kepada kebijakan pemerintah.

Purnomo Edi
Oleh Purnomo Edi - Reporter
Mahfud MD: Demonstrasi Akumulasi Kekecewaan Publik Terhadap Kebijakan Pemerintah Tak Pernah Ditanggapi Serius
Mahfud MD: Demonstrasi Akumulasi Kekecewaan Publik Terhadap Kebijakan Pemerintah Tak Pernah Ditanggapi Serius (Merdeka.com)

Menko Polhukam periode 2019-2024 Mahfud MD angkat bicara soal aksi demonstrasi belakangan terjadi di sejumlah Indonesia. Mahfud menilai demonstrasi ini merupakan aksi organik karena akumulasi kekecewaan publik kepada kebijakan pemerintah.

"Saya sudah berkali-kali katakan munculnya demo itu aslinya adalah organik. Organik itu ada alasan-alasan yang memang muncul dari bawah dan riil. Cuma kemudian ada yang menunggangi," kata Mahfud di kantor Gubernur DIY, Kamis (4/9).

Menurut Mahfud, menunggangi dengan mendalangi berbeda. "Kalau mendalangi itu dia yang merencanakan lalu dia yang menggerakkan. Ini enggak, masyarakat, organik. Makanya tidak tersentuh intelijen sebelumnya. Tiba-tiba muncul," imbuh Mahfud.

Mahfud menilai aksi demonstrasi belakangan ini muncul karena akumulasi kemarahan dan kekecewaan masyarakat pada kebijakan pemerintah. Sayangnya, kekecewaan masyarakat ini tidak ditanggapi serius pemerintah dan respon yang diberikan tidak sesuai keinginan masyarakat.

"Pemicunya muncul ya organiknya muncul juga. Kemudian ada yang menunggangi, macam-macam teorinya itu. Saya tidak tahu siapa. Saya tidak ingin tahu siapa penunggangnya," ujar Mahfud.

"Pokok masalahnya itu akumulasi kekecewaan publik terhadap kebijakan pemerintah yang tidak pernah ditanggapi serius. Bertumpuk-tumpuk masalahnya. Enggak ditanggapi, kadang hanya diketawain, disindir, macam-macam. Kemudian muncul gerakan itu," imbuh Mahfud.

Pemerintah Harus Jadikan Pelajaran

Menanggapi aksi demonstrasi ini, Mahfud meminta pemerintah bisa menjadikannya pelajaran serius untuk ke depannya. Pemerintah diminta Mahfud serius untuk lebih serius lagi mengurus rakyat.

"Kita belajarlah dari pengalaman untuk menjadi lebih baik. Ngurus negara ini tidak seperti ngurus warung kopi. Maksudnya tanggapannya terhadap berbagai persoalan itu kurang berkualitaslah," ujar Mahfud.

"Sehingga muncul gerakan-gerakan yang sifatnya organik. Yang tadinya satu-satu ada di sana, di sana, lalu bergerak bersama dihari yang sama karena pemicu yang sama," tutup Mahfud.

Rekomendasi