Ojol Purwokerto Inisiatif Bersih-Bersih Alun-Alun Usai Demo

Pengemudi Ojol Purwokerto menunjukkan kepedulian dengan membersihkan Alun-Alun pascademo ricuh.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ojol Purwokerto Inisiatif Bersih-Bersih Alun-Alun Usai Demo
Pengemudi Ojol Purwokerto menunjukkan kepedulian luar biasa dengan membersihkan Alun-Alun pascademo ricuh. Apa motivasi di balik aksi spontan ini dan bagaimana dampaknya bagi lingkungan dan ketertiban umum? (Merdeka.com)

Pasca-unjuk rasa yang diwarnai kericuhan dan perusakan fasilitas umum di Alun-Alun Purwokerto, sebuah inisiatif tak terduga muncul dari para pengemudi ojek daring (ojol). Sejumlah pengemudi ojol secara spontan bergerak membersihkan area di seputar Alun-Alun pada Minggu, 31 Agustus.

Aksi bersih-bersih ini merupakan wujud kepedulian mereka terhadap kondisi lingkungan yang kotor dan berserakan setelah demo. Inisiatif ini bertujuan agar lokasi publik tersebut dapat segera digunakan kembali oleh masyarakat dan kondisinya kembali normal seperti sedia kala.

Ketua Komunitas Ojek Online Cinta Kamtibmas (Kocak), Fu’ad Al-Furqon, menjelaskan bahwa kondisi Alun-Alun pascademo sangat memprihatinkan. Banyak sampah, batu, dan puing-puing yang tersebar, mendorong mereka untuk segera bertindak demi menjaga ketertiban umum.

Inisiatif membersihkan Alun-Alun Purwokerto ini muncul secara spontan dari pengemudi ojol yang tergabung dalam Komunitas Ojek Online Cinta Kamtibmas (Kocak) dan Koalisi Online Bersatu (KOB). Mereka melihat langsung kondisi lokasi aksi yang kotor dan berserakan setelah demo pada Sabtu, 30 Agustus, malam.

Fu’ad Al-Furqon menyatakan bahwa kondisi "kesemrawutan" dengan banyaknya batu dan sampah mendorong mereka untuk segera mengambil tindakan. Kegiatan bersih-bersih ini bukan hanya sekadar membersihkan fisik area, tetapi juga menjadi simbol kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan ketertiban umum di kota mereka.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memastikan Alun-Alun Purwokerto dapat segera berfungsi normal kembali. Dengan gotong royong, para pengemudi ojol ini berharap dapat mengembalikan kenyamanan dan keindahan salah satu ikon kota Purwokerto tersebut bagi seluruh warga.

Terkait unjuk rasa yang digelar di Alun-Alun Purwokerto, Fu’ad Al-Furqon menyampaikan apresiasinya kepada para mahasiswa yang telah menyuarakan aspirasi. Khususnya, aspirasi yang berkaitan dengan kasus yang menimpa rekan sesama pengemudi ojol, almarhum Affan Kurniawan, telah tersampaikan dengan baik.

Namun, ia juga menyayangkan adanya aksi anarkis yang terjadi selama demo tersebut. Fu’ad menegaskan bahwa pelaku anarkis dalam unjuk rasa itu bukan berasal dari kelompok mahasiswa maupun komunitas ojol. Mereka bahkan sempat menghalau beberapa orang yang terindikasi ingin menciptakan kerusuhan.

Anggota Kocak maupun komunitas ojol lainnya tidak ikut serta dalam aksi unjuk rasa di depan gerbang Pendopo Si Panji. Mayoritas pengemudi ojol di Purwokerto tetap bekerja seperti biasa. Jika ada pengemudi ojol di lokasi, keberadaan mereka hanya sebatas mengawal dan membantu menjaga ketertiban, serta mendokumentasikan kegiatan.

Meskipun tidak terlibat langsung dalam demo, komunitas pengemudi ojol memiliki harapan besar terhadap kasus yang menimpa almarhum Affan Kurniawan. Mereka sangat berharap agar kasus tersebut dapat segera diusut tuntas oleh pihak berwenang. Keadilan harus ditegakkan demi keluarga korban dan rekan-rekan sejawat.

Fu’ad Al-Furqon menekankan pentingnya keadilan bagi almarhum dan keluarganya. "Semoga pihak korban, almarhum, dan keluarga bisa mendapatkan keadilan karena ini adalah teman kita juga," ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan solidaritas kuat di antara para pengemudi ojol.

Inisiatif bersih-bersih dan sikap mereka terhadap demo mencerminkan komitmen pengemudi ojol terhadap ketertiban dan keadilan. Mereka membuktikan bahwa di tengah tantangan, semangat kepedulian dan solidaritas tetap menjadi prioritas utama bagi komunitas Pengemudi Ojol Purwokerto.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi