Polisi Tangkap 256 Pelajar yang akan Ikut Demo di DPR, Salah Satunya Bawa Sembilan Busur Panah

Sebanyak 256 pelajar berhasil diamankan saat hendak berpartisipasi dalam demonstrasi. Di antara mereka, satu pelajar ditemukan membawa sembilan busur panah.

Ady Anugrahadi
Oleh Ady Anugrahadi - Reporter
Polisi Tangkap 256 Pelajar yang akan Ikut Demo di DPR, Salah Satunya Bawa Sembilan Busur Panah
Polisi amankan satu pelajar hendak ikut demo bawa busur panah. (Liputan6.com/Ady Anugrahadi) (© 2025 Liputan6.com)

Pada hari Kamis, 28 Agustus 2025, Polisi berhasil menghalau 256 pelajar yang berencana untuk berpartisipasi dalam aksi demonstrasi Gedung DPR di Jakarta. Dari jumlah tersebut, satu pelajar teridentifikasi membawa sembilan busur panah.

Dari total pelajar yang dicegah, 116 orang diamankan oleh Polda Metro Jaya, sementara 140 pelajar lainnya ditangkap oleh Polres setempat. Penangkapan ini dilakukan di beberapa lokasi, termasuk Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kota Tangerang, Depok, dan Jakarta Pusat.

"Update pelajar yang berhasil dicegah untuk tidak melaksanakan demo. Total 256 pelajar dan satu orang di antaranya ditemukan membawa sembilan busur panah," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, saat memberikan keterangan kepada wartawan pada hari yang sama.

Hasil awal dari interogasi menunjukkan bahwa para pelajar ini hadir karena undangan yang mereka terima melalui media sosial. Pihak kepolisian telah berhasil mengidentifikasi tiga platform media sosial yang menjadi pemicu keinginan para pelajar untuk berpartisipasi dalam demonstrasi tersebut.

"Tentunya ini dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, yang ingin memanfaatkan situasi, yang ingin memanfaatkan anak-anak ini, pelajar ini, untuk ikut lakukan kegiatan," katanya. Sejak pagi, kepolisian telah melakukan berbagai upaya yang bersifat humanis, termasuk memberikan imbauan, melakukan pencegahan, dan memberikan edukasi langsung di lokasi. Tindakan ini diambil agar para pelajar tetap dalam keadaan aman, mengingat sebagian dari mereka berasal dari daerah yang cukup jauh seperti Indramayu, Cirebon, Purwakarta, Bekasi, Depok, hingga Serang.

Dia menambahkan, "Tadinya kalau tidak tercegah itu bisa berangkat ke sini, ikut demo pakaiannya mereka bagaimana, makannya mereka bagaimana, karena berangkatnya dari rumah tentunya pamitnya sekolah dan asal daerahnya cukup jauh, ada yang dari Indramayu, ada yang dari Cirebon, ada yang dari Purwakarta, dari Kabupaten Bekasi, dari Depok dari Serang bayangin ya, ini memprihatinkan ya, ini butuh kepedulian kita bersama upaya-upaya humanis yang sudah dilakukan oleh Polda Metro Jaya." Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya perhatian bersama terhadap situasi ini, mengingat banyaknya pelajar yang mungkin terpengaruh oleh ajakan yang tidak bertanggung jawab. Upaya yang dilakukan oleh kepolisian diharapkan dapat mencegah pelajar terlibat dalam aktivitas yang berisiko dan memastikan keselamatan mereka.

Polisi amankan satu pelajar hendak ikut demo bawa busur panah. (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)
Polisi amankan satu pelajar hendak ikut demo bawa busur panah. (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)

Polisi melakukan pemantauan di media sosial

Ade Ary menjelaskan bahwa pihak kepolisian juga melakukan patroli di platform media sosial untuk mencegah ajakan demonstrasi yang dapat terjadi secara besar-besaran. Tindakan ini diambil karena banyaknya ajakan demo yang beredar di media sosial, terutama yang ditujukan kepada kalangan pelajar. "Jangan menyalahgunakan medsos untuk kepentingan-kepentingan yang merugikan, menimbulkan kemudaratan, apalagi nanti pihak-pihak yang dirugikan itu akhirnya menempuh jalur-jalur yang jalur hukum misalnya. Ya, ini kan nanti bisa membuat situasi tidak baik," ucapnya. Dia juga mengingatkan masyarakat dan pelajar agar menggunakan media sosial dengan bijak dan melaporkan jika menemukan ajakan yang bersifat provokatif, demi menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Ade Ary menekankan pentingnya melaporkan kepada pihak berwenang jika ada ajakan untuk melakukan tindakan yang merugikan, seperti tawuran atau demonstrasi yang tidak produktif. "Mohon juga dilaporkan ke kami, apabila ada ditemukan ajakan-ajakan terhadap kegiatan-kegiatan yang tidak baik, seperti tawuran seperti ajakan pelajar untuk demo ini kasihan anak-anak pelajar ini kan harusnya belajar," tegasnya. Dengan demikian, diharapkan semua pihak dapat berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban, serta memastikan bahwa anak-anak pelajar dapat fokus pada pendidikan mereka tanpa terganggu oleh isu-isu yang tidak perlu.

Kondisi Depan Gedung DPR Jelang Demo 28 Agustus 2025 (Foto: Radityo/Liputan6.com)
Kondisi Depan Gedung DPR Jelang Demo 28 Agustus 2025 (Foto: Radityo/Liputan6.com)

Hindari provokasi dari pihak lain

Ade Ary Syam menegaskan kembali pesan dari Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Suheri, yang mengingatkan agar semua anggota tidak terprovokasi atau terbawa emosi. "Rekan-rekan atau pihak yang menyampaikan aksi ini, saat ini adalah saudara-saudara kita buruh, adalah saudara-saudara kita juga, keluarga kita, yang wajib kita layani, kita lindungi, kita ayomi, kita amankan, kami amankan," ujar Ade Ary kepada wartawan pada Kamis (28/8/2025).

Dia menambahkan, "Aspek utama atau prinsip utama dari kegiatan pengamanan ini, Bapak Kapolda Metro Jaya ingin anggota semuanya humanis, ya tidak melakukan hal-hal yang kontraproduktif." Sejak pagi hari, polisi telah berhasil mencegah ratusan pelajar dari Bekasi, Tangerang, Depok, hingga Jakarta Pusat untuk tidak ikut serta dalam demonstrasi. Para pelajar tersebut diberikan pengarahan dan edukasi tentang risiko yang mungkin mereka hadapi jika mengikuti aksi, sekaligus dilindungi agar tetap aman.

"Itu dilakukan tindakan secara humanis karena itu adalah anak-anak kita, keluarga kita juga diberikan edukasi, diingatkan," tutupnya. Upaya ini menunjukkan komitmen kepolisian untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama aksi berlangsung, sekaligus memberikan perhatian kepada generasi muda agar tidak terlibat dalam kegiatan yang dapat membahayakan diri mereka sendiri.

Rekomendasi