Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpustaka) Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, baru-baru ini menyelenggarakan kegiatan inspiratif. Kunjungan siswa SMAN 2 Kapuas bersama Duta Baca Kapuas ke Rumah Betang, rumah adat Suku Dayak, menjadi sorotan utama. Inisiatif ini dirancang khusus untuk menumbuhkan minat baca di kalangan generasi muda.
Kepala Disarpustaka Kapuas, Aswan, menjelaskan bahwa kunjungan ini memiliki dua tujuan strategis. Selain meningkatkan minat baca, kegiatan ini juga memperkenalkan nilai-nilai budaya lokal yang kaya kepada para pelajar. Integrasi antara literasi dan pelestarian budaya menjadi kunci keberhasilan program ini.
Para pelajar yang terlibat dalam kegiatan ini mendapatkan pengalaman berharga. Mereka tidak hanya belajar tentang pentingnya membaca, tetapi juga memahami warisan budaya yang dimiliki daerahnya. Hal ini diharapkan dapat membentuk karakter pelajar yang cinta literasi dan bangga akan identitas budayanya.
Advertisement
Advertisement
Memadukan Literasi dan Budaya di Rumah Betang
Dalam kesempatan kunjungan tersebut, para pelajar SMAN 2 Kapuas aktif mengikuti berbagai program layanan yang disediakan Disarpustaka. Mereka diperkenalkan dengan perpustakaan digital dan pojok baca yang modern. Selain itu, aplikasi I-Kapuas juga menjadi salah satu sarana yang menarik perhatian.
Tak hanya itu, pengalaman edukatif semakin lengkap dengan pemutaran film sejarah Kapuas di studio mini yang tersedia di Rumah Betang. Para siswa juga menerima penjelasan mendalam mengenai sejarah dan filosofi Rumah Betang. Bangunan tradisional Suku Dayak ini bukan sekadar tempat tinggal, melainkan simbol penting.
Aswan menekankan bahwa Rumah Betang melambangkan kebersamaan, toleransi, dan persatuan. Nilai-nilai ini sangat relevan untuk ditanamkan kepada generasi muda di era modern yang penuh tantangan. Dengan demikian, kunjungan ini tidak hanya mengasah minat baca pelajar, tetapi juga memperkuat karakter mereka.
Advertisement
Advertisement
Peran Duta Baca dan Pentingnya Kebiasaan Membaca
Duta Baca Kapuas turut berperan aktif dalam kegiatan ini dengan berbagi pengalaman inspiratif. Mereka menjelaskan betapa pentingnya membaca untuk menambah wawasan dan meningkatkan kepercayaan diri. Kisah-kisah pribadi mereka diharapkan dapat memotivasi para pelajar untuk lebih giat membaca.
Para Duta Baca juga mengajak seluruh pelajar untuk menjadikan kegiatan membaca sebagai kebiasaan sehari-hari. Mereka menekankan bahwa membaca adalah investasi jangka panjang untuk masa depan. Kebiasaan ini akan membuka banyak pintu ilmu pengetahuan dan kesempatan.
Beberapa siswa bahkan mendapatkan kesempatan istimewa untuk berdialog langsung dengan Duta Baca. Mereka menyampaikan pandangan dan menceritakan buku favorit mereka. Interaksi ini menciptakan suasana yang interaktif dan mendorong minat baca pelajar secara lebih personal.
Advertisement
Advertisement
Visi Disarpustaka: Perpustakaan sebagai Pusat Aktivitas
Aswan menegaskan kembali bahwa membaca merupakan pintu gerbang utama menuju ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, Disarpustaka Kapuas memiliki visi besar untuk perpustakaan daerah. Mereka berharap perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat meminjam buku semata.
Lebih dari itu, perpustakaan diharapkan dapat menjadi pusat aktivitas belajar, diskusi, dan ruang kreatif bagi seluruh pelajar. Konsep ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem literasi yang dinamis dan inklusif. Dengan demikian, perpustakaan akan menjadi tempat yang nyaman dan inspiratif bagi siapa saja yang ingin belajar.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi foto bersama di Rumah Betang, menandai semangat kolaborasi yang kuat. Kolaborasi antara Disarpustaka, sekolah, dan komunitas literasi di Kapuas diharapkan terus berlanjut. Melalui upaya ini, diharapkan para pelajar semakin termotivasi untuk mencintai budaya lokal sekaligus mengembangkan literasi sebagai bekal menghadapi masa depan yang cerah.
Advertisement
Sumber: AntaraNews