Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Prof. Lukman Thahir, secara tegas menyatakan bahwa Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) bagi mahasiswa baru harus sepenuhnya bebas dari segala bentuk kekerasan. Pernyataan ini disampaikan di Palu, Sulawesi Tengah, sebagai komitmen kampus terhadap lingkungan akademik yang aman. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 25 hingga 28 Agustus 2025, menandai dimulainya tahun akademik baru dengan pendekatan yang berbeda.
Penekanan utama diberikan pada penghapusan praktik kekerasan, baik verbal maupun fisik, yang seringkali mencoreng citra kegiatan orientasi mahasiswa. Prof. Lukman Thahir menekankan bahwa kekerasan hanya akan merendahkan martabat individu dan bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Oleh karena itu, UIN Datokarama mengusung konsep PBAK yang humanis dan inklusif, berfokus pada aspek edukatif.
Konsep ini bertujuan untuk memberikan kesan positif kepada mahasiswa baru mengenai dunia perguruan tinggi. Panitia diinstruksikan untuk menyelenggarakan PBAK secara menggembirakan, menyenangkan, dan membahagiakan, sehingga substansi edukasi dapat tersampaikan dengan baik. Hal ini diharapkan dapat membantu mahasiswa baru memahami budaya akademik tanpa tekanan atau intimidasi.
Advertisement
Advertisement
UIN Datokarama Palu secara konsisten menegaskan bahwa Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) harus berlandaskan pada budaya akademik yang kuat, bukan pada praktik kekerasan. Rektor Prof. Lukman Thahir menekankan pentingnya menjauhi segala bentuk kekerasan fisik dan psikis yang dapat merugikan mahasiswa baru. Pendekatan ini sejalan dengan visi kampus untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan suportif.
Kegiatan PBAK di UIN Datokarama dirancang sebagai jenjang tahapan pembinaan intelektual, moral, dan spiritualitas. Ini berarti fokus utama adalah pada pengembangan diri mahasiswa secara holistik, bukan pada pengujian fisik atau mental yang tidak relevan. Dengan demikian, mahasiswa baru dapat beradaptasi dengan lingkungan kampus secara positif dan produktif.
Prof. Lukman Thahir secara tegas menyatakan bahwa kekerasan dalam bentuk apapun bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan hak asasi manusia. Sebagai institusi yang menjunjung tinggi intelektualitas, UIN Datokarama mengimplementasikan PBAK dengan konsep humanis dan inklusif. Pendekatan pendidikan modern saat ini menekankan integrasi ilmu pengetahuan dengan cara yang non-kekerasan.
Advertisement
Advertisement
Selain fokus pada aspek edukatif dan humanis, kegiatan PBAK di UIN Datokarama Palu juga menjadi ajang penting untuk memperkenalkan konsepsi moderasi beragama kepada mahasiswa baru. Sebanyak 1.743 mahasiswa baru diharapkan dapat memahami pentingnya sikap moderat dalam beragama. Ini merupakan bagian dari upaya kampus untuk membentuk karakter mahasiswa yang toleran dan berpikiran terbuka.
Lebih lanjut, PBAK juga digunakan sebagai platform untuk menguatkan kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan sekitar. Melalui berbagai kegiatan yang terintegrasi, mahasiswa baru diajak untuk lebih peka dan bertanggung jawab terhadap kelestarian alam. Ini menunjukkan komitmen UIN Datokarama dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kesadaran sosial dan lingkungan.
Rektor Prof. Lukman Thahir berharap agar seluruh panitia dan lembaga kemahasiswaan di lingkungan UIN Datokarama mematuhi aturan kegiatan yang telah disepakati bersama. Kepatuhan terhadap pedoman ini penting untuk memastikan bahwa PBAK berjalan lancar, aman, dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Hal ini juga menjadi cerminan dari budaya disiplin dan tanggung jawab di lingkungan akademik.
Advertisement
Sumber: AntaraNews