Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dan Kabupaten Tabalong di Kalimantan Selatan (Kalsel) baru-baru ini menorehkan prestasi gemilang. Kedua daerah tersebut berhasil meraih penghargaan prestisius Penyuluh Agama Islam (PENAIS) Award 2025 dari Menteri Agama Republik Indonesia. Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen kuat pemerintah daerah dalam mendukung program-program keagamaan yang berorientasi pada pembangunan kedamaian dan persatuan di tengah masyarakat.
Penghargaan ini secara resmi dikonfirmasi di Banjarmasin pada Selasa (27/8). Wakil Bupati HSU, Hero Setiawan, menyampaikan apresiasi mendalam kepada dua penyuluh agama Islam dari Kabupaten HSU yang menerima penghargaan tersebut, yakni Rifat Ramadhani dan Isnain. Keduanya sebelumnya telah terpilih sebagai perwakilan terbaik dari Provinsi Kalsel, menunjukkan dedikasi luar biasa mereka dalam membina umat.
Sementara itu, Kabupaten Tabalong juga tidak ketinggalan dalam meraih pengakuan nasional ini. Perwakilan dari Tabalong yang menerima penghargaan adalah Fajriatan Noor, yang juga mewakili Provinsi Kalsel dalam nominasi penyuluh teladan tingkat nasional. Keberhasilan ini menegaskan peran penting kedua kabupaten dalam memperkuat fungsi penyuluh agama di wilayah masing-masing, serta mendorong terciptanya lingkungan masyarakat yang harmonis dan religius.
Advertisement
Advertisement
Penyuluh agama Islam memiliki peran krusial dalam membimbing dan mendampingi masyarakat. Mereka adalah garda terdepan dalam menyebarkan nilai-nilai keagamaan yang moderat, toleran, dan inklusif. Melalui berbagai program dan kegiatan, para penyuluh berkontribusi besar dalam membangun karakter umat serta menjaga kerukunan antarumat beragama di daerah.
Dedikasi para penyuluh agama tidak hanya terbatas pada kegiatan ceramah atau pengajian. Mereka juga aktif dalam kegiatan sosial, pemberdayaan masyarakat, hingga mediasi konflik. Kehadiran mereka sangat vital dalam menciptakan suasana kondusif dan damai. Penghargaan PENAIS Award 2025 ini menjadi bentuk apresiasi atas kerja keras dan pengabdian tanpa henti para penyuluh.
Wakil Bupati HSU, Hero Setiawan, menegaskan bahwa penghargaan ini adalah cerminan dari dukungan penuh pemerintah daerah terhadap inisiatif keagamaan. Dukungan ini bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang berakhlak mulia dan menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan. Keberhasilan ini diharapkan dapat memotivasi lebih banyak individu untuk terlibat dalam kegiatan positif.
Advertisement
Advertisement
Untuk meraih PENAIS Award 2025, para penyuluh harus melewati serangkaian seleksi yang ketat dan berjenjang. Proses ini dimulai dari tingkat kabupaten, kemudian berlanjut ke tingkat provinsi, hingga akhirnya mencapai seleksi nasional. Tahapan seleksi ini dirancang untuk memastikan bahwa hanya penyuluh dengan dedikasi dan kompetensi terbaik yang mendapatkan pengakuan.
Fajriatan Noor, salah satu penerima penghargaan dari Tabalong, mengungkapkan bahwa proses seleksi di tingkat nasional melibatkan tiga tahapan. Tahapan ini mencakup penilaian portofolio, wawancara mendalam, serta presentasi di Jakarta. Ketiga tahapan ini menguji tidak hanya pengetahuan agama, tetapi juga kemampuan komunikasi, inovasi, dan dampak nyata di masyarakat.
Kabag Kesra Sekretariat Daerah (Setda) Tabalong, Hamrani, menyatakan kebanggaannya atas pencapaian Fajriatan Noor. Penghargaan ini membuktikan bahwa program penguatan fungsi penyuluh agama di Tabalong telah berjalan efektif. Kriteria penilaian PENAIS Award 2025 mencakup berbagai aspek, mulai dari inovasi program, keberhasilan pembinaan, hingga partisipasi aktif dalam kegiatan sosial keagamaan.
Advertisement
Advertisement
Pencapaian PENAIS Award 2025 tidak hanya menjadi kebanggaan bagi para penyuluh secara individu. Penghargaan ini juga membawa dampak positif yang signifikan bagi pemerintah daerah dan masyarakat secara keseluruhan. Ini menjadi indikator bahwa program-program keagamaan yang dijalankan di HSU dan Tabalong telah diakui secara nasional dan memberikan kontribusi nyata.
Menurut Wakil Bupati HSU, Hero Setiawan, penghargaan ini akan menjadi motivasi besar bagi pemerintah daerah. Motivasi ini untuk terus berupaya menciptakan lingkungan yang harmonis dan religius, khususnya di Kabupaten HSU. Hal ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas program keagamaan dan pembinaan umat di masa mendatang.
Selain itu, pengakuan melalui PENAIS Award 2025 dapat meningkatkan citra positif daerah sebagai wilayah yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan kerukunan. Ini juga dapat menarik lebih banyak dukungan dari berbagai pihak untuk program-program keagamaan. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa investasi dalam pembinaan spiritual masyarakat adalah langkah yang tepat.
Advertisement
Advertisement
Keberhasilan meraih PENAIS Award 2025 mencerminkan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten HSU dan Tabalong. Komitmen ini dalam mendukung dan memperkuat sektor keagamaan. Dukungan ini tidak hanya sebatas pada penyediaan fasilitas, tetapi juga dalam pengembangan sumber daya manusia penyuluh agama.
Program-program pembinaan keagamaan yang digagas oleh pemerintah daerah bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang religius. Masyarakat yang religius sekaligus mampu hidup berdampingan dalam keberagaman. Ini selaras dengan visi pembangunan nasional yang mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa.
Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi daerah lain untuk meningkatkan perhatian terhadap peran penyuluh agama. Dengan dukungan yang memadai, para penyuluh dapat terus berkarya dan memberikan kontribusi maksimal. Kontribusi ini untuk kemajuan moral dan spiritual masyarakat di seluruh Indonesia.
Advertisement
Sumber: AntaraNews