Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menegaskan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi digital menjadi kunci utama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperluas jangkauan pasar mereka. Adopsi teknologi ini bukan hanya sekadar tren, melainkan sebuah langkah strategis yang krusial dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang tangguh, inovatif, dan adaptif di era digital saat ini. Inisiatif ini diharapkan dapat mendorong UMKM Indonesia untuk lebih berdaya saing di kancah nasional maupun global.
Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menjelaskan bahwa AI hadir sebagai alat baru yang revolusioner bagi pelaku ekonomi kreatif (ekraf) untuk meningkatkan kreativitas, efisiensi operasional, dan daya saing produk mereka secara signifikan. Dengan penguasaan digital yang mumpuni, UMKM diharapkan mampu menembus pasar yang lebih luas tanpa harus kehilangan identitas serta kekhasan karya asli Indonesia yang unik dan bernilai tinggi. Pernyataan ini disampaikan dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Kemenparekraf telah menggulirkan berbagai program, salah satunya adalah pelatihan KreasiAI yang menyasar pelaku UMKM di Kota Depok, Jawa Barat. Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas pelaku ekraf agar lebih adaptif dan kompetitif di tengah perkembangan teknologi yang pesat. Kolaborasi dengan berbagai pihak seperti Kumpul Impact, Bank BJB, dan Dinas UKM Kota Depok menjadi bukti komitmen dalam mendukung UMKM naik kelas melalui inovasi teknologi.
Advertisement
Advertisement
Pentingnya Adopsi Teknologi AI bagi UMKM
Adopsi teknologi, terutama kecerdasan buatan, merupakan fondasi penting bagi UMKM untuk berkembang di tengah persaingan pasar yang semakin ketat. Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menekankan bahwa AI bukan sekadar alat teknologi canggih, melainkan sebuah instrumen yang memungkinkan pelaku ekraf untuk meningkatkan kualitas karya, efisiensi produksi, dan daya saing produk mereka di pasar. Pemanfaatan AI untuk UMKM ini diharapkan dapat membuka peluang baru yang sebelumnya sulit dijangkau.
Direktur Teknologi Digital Baru Kemenparekraf, Dandy Yudha Feryawan, menambahkan bahwa AI dapat berfungsi sebagai alat bantu praktis yang signifikan dalam meningkatkan kapasitas talenta ekraf. Meskipun demikian, Dandy menegaskan bahwa kreativitas dan orisinalitas dari pelaku usaha tetap menjadi elemen utama yang tidak dapat digantikan oleh teknologi. Keseimbangan antara inovasi teknologi dan keaslian karya menjadi kunci keberhasilan UMKM.
Melalui inisiatif seperti KreasiAI, Kemenparekraf berharap para pegiat ekonomi kreatif, khususnya di Kota Depok, akan semakin siap dan memiliki daya saing tinggi dalam mengadopsi teknologi AI. Tujuan akhirnya adalah menjadikan sektor ekonomi kreatif sebagai "the new engine of growth" atau mesin baru pertumbuhan ekonomi bagi Indonesia. Peningkatan kapasitas digital ini diharapkan mampu menciptakan UMKM yang lebih tangguh dan inovatif.
Advertisement
Advertisement
Program KreasiAI: Solusi Peningkatan Kapasitas UMKM
Program KreasiAI merupakan wujud nyata komitmen Kemenparekraf dalam mendukung digitalisasi UMKM. Pelatihan ini menyasar pelaku ekraf dari berbagai subsektor seperti kuliner, kriya, dan fesyen. Agenda pelatihan dirancang secara praktis, meliputi pendampingan intensif, serta demo teknologi langsung dari startup AI lokal. Peserta diberikan kesempatan untuk memahami dan menerapkan teknologi AI dalam kegiatan bisnis mereka sehari-hari.
Data Kemenparekraf menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen UMKM di Indonesia masih belum mengoptimalkan pemanfaatan AI secara maksimal. Kondisi ini menjadi latar belakang pentingnya program KreasiAI untuk menjembatani kesenjangan digital tersebut. Melalui program ini, peserta diajarkan berbagai keterampilan esensial, mulai dari membuat foto produk yang menarik dan video promosi yang efektif menggunakan AI, hingga menyusun strategi pencitraan merek yang kuat.
Selain aspek pemasaran, KreasiAI juga membekali peserta dengan pemahaman mendalam tentang Uji 4 Langkah Orisinalitas Karya. Materi ini sangat penting untuk menghindari potensi pelanggaran hak cipta dalam pengembangan produk kreatif. Edukasi mengenai hak cipta ini bertujuan untuk melindungi karya orisinal UMKM dan mendorong praktik bisnis yang etis di era digital.
Advertisement
Program KreasiAI ini berhasil terselenggara berkat sinergi kuat antara Kementerian Ekraf, Kumpul Impact, Bank BJB, dan Dinas UKM Kota Depok. Wakil Direktur Program KUMPUL.ID, Mia Aulia Gaswara, menekankan vitalnya literasi digital agar UMKM dapat bersaing secara efektif di era ekonomi digital yang terus berkembang. Apresiasi dan dukungan penuh terhadap UMKM untuk naik kelas melalui teknologi juga datang dari Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Depok, Iskandar Zulkarnaen, serta Manajer Sentra UMKM Bank BJB, Sonny Hendratyo.
Sumber: AntaraNews