Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui ibu kota masih menjadi tujuan utama pencari kerja dari berbagai daerah di Indonesia.
Ia menilai tingginya arus perantau yang ingin bekerja di Jakarta mencerminkan besarnya harapan masyarakat terhadap kesempatan ekonomi di ibu kota.
“Jakarta ini memang lapangan kerja dibandingkan dengan provinsi lain pasti jauh lebih tinggi. Contoh, ketika saya buka posisi Damkar ada 1.000 formasi, pendaftarnya mencapai 24.405 orang. Lebih dari 40 persen berasal dari luar Jakarta,” kata Pramono di Jakarta, Sabtu (23/8).
Menurutnya, kesempatan bekerja di Jakarta tidak boleh ditutup, tetapi harus diiringi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Advertisement
Kenangan Pramono Sebagai Perantau
Pramono mengaitkan situasi tersebut dengan pengalaman pribadinya. Ia mengaku pernah datang dari kampung untuk mengadu nasib ke Jakarta. Karena itu, ia menilai peluang serupa tetap harus dibuka bagi masyarakat luar daerah.
“Saya saja dulu juga orang kampung mengadu nasib di Jakarta. Maka ruang itu tetap harus ada, hanya saja pembenahan diperlukan agar siapapun yang masuk punya kemampuan untuk bersaing,” jelasnya.
Advertisement
Job Fair Serap Ribuan Tenaga Kerja
Dalam upaya mengurangi pengangguran, Pemprov DKI Jakarta baru-baru ini menggelar job fair yang menyediakan sekitar 2.000 lowongan. Dari jumlah itu, lebih dari 50 persen posisi telah terisi hanya dalam dua hari.
“Evaluasi kami, penyerapan tenaga kerja lewat job fair cukup baik. Ini menunjukkan kalau peluangnya ada, tinggal bagaimana calon tenaga kerja menyiapkan diri,” ungkap Pramono.
Selain membuka peluang kerja di ibu kota, Pramono juga menekankan pentingnya mempersiapkan tenaga kerja Jakarta untuk bersaing di luar negeri.
“Saya sedang sungguh-sungguh mendorong masyarakat Jakarta untuk belajar bahasa Jepang, Korea, Cina, Arab. Kalau mereka mau bekerja di luar negeri, Pemprov akan memberikan dukungan penuh,” ucapnya.
Pramono menegaskan, pemerintah daerah siap memfasilitasi warga yang ingin memperluas kesempatan kerja internasional, sebagai bagian dari strategi meningkatkan daya saing tenaga kerja Jakarta di pasar global.