Tangis Sepriana Paulina Mirpey pecah saat berhadapan langsung dengan Pangdam IX/Udayana Mayjen Piek Budyakto. Ibu kandung Prada Lucky Chepril Saputra Namo itu bersujud, memohon keadilan dan agar tak ada lagi fitnah yang diarahkan kepada anaknya, prajurit TNI AD berusia 23 tahun yang meninggal dunia diduga akibat penganiayaan seniornya.
“Saya mohon Bapak, tolong saya bersujud, saya mohon. Tolong Bapak, tolong saya untuk keadilan Bapak. Tolong jangan ada fitnah-fitnah lagi, Bapak,” ucap Sepriana dengan suara bergetar, seperti terekam dalam video yang diterima merdeka.com, Selasa (12/8).
Peristiwa memilukan ini bermula ketika Prada Lucky, anggota Batalyon TP 834 Wakanga Mere, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, ditemukan tewas pada Rabu (6/8). Dugaan sementara, korban menjadi sasaran kekerasan dari seniornya.
Dalam pelukan Pangdam, Sepriana terus menangis, mengungkapkan bahwa dirinya rela jika anaknya gugur di medan perang demi negara, namun tak kuasa menerima kenyataan sang putra tewas di tangan oknum.
“Tolong, anak saya sudah meninggal, Bapak. Saya mohon, saya seorang ibu. Tolong, Bapak. Tolong. Sayang anak saya, penopang hidup saya. Kebanggaan saya,” ujarnya.
“Saya jadikan dia untuk TNI, Bapak. Kalau mati di medan perang, saya boleh, Bapak. Tapi ini di oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, Bapak. Tolong. Saya mohon, Bapak,” lanjutnya.
Sepriana mengaku, Prada Lucky adalah tulang punggung keluarga dan masih memiliki dua adik yang bergantung padanya.
“Dia masih punya adik dua orang lagi, Bapak. Dia tulang punggung buat saya, Bapak. Saya berlutut di Bapak. Saya mohon, Bapak,” pungkasnya.
Advertisement
20 Personel Jadi Tersangka
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana mengungkapkan, penyidikan kasus ini telah menetapkan 20 personel sebagai tersangka.
“Total kini ada 20 orang personel prajurit yang ditetapkan sebagai tersangka,” kata Wahyu kepada wartawan di Gedung Mabes TNI AD, Jakarta, Senin (11/8).
Menurut data, seluruh tersangka berasal dari satuan yang sama dengan korban. Kasus ini kini menjadi perhatian serius TNI AD, yang berkomitmen mengusut tuntas agar keluarga korban mendapatkan keadilan.