Sejumlah siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 32 Lampung Selatan antusias melakukan beragam tahapan pemeriksaan kesehatan menjelang pelaksanaan pembelajaran di Sekolah Rakyat. Salah seorang siswi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 32 Lampung Selatan, Dhea mengatakan, hari pertama Sekolah Rakyat mengikuti pemeriksaan kesehatan seperti gigi, mata, dan ada pemeriksaan fisik di lapangan.
"Perasaannya senang sekali karena banyak bertemu kawan baru," kata Dhea di Lampung Selatan, Senin (14/7).
Dhea mengungkapkan antusiasmenya untuk segera melaksanakan kegiatan belajar di Sekolah Rakyat untuk meraih cita-citanya sebagai seorang guru.
"Saya berasal dari Kabupaten Pringsewu dulu sekolah di SMPN 2 Adiluwih, tidak sabar ingin belajar dan sangat senang sekali karena bisa membantu meringankan beban orang tua dengan bersekolah di Sekolah Rakyat. Karena ibu hanya seorang buruh tani sedangkan ayah sudah meninggal dunia," ujar Dhea, sebagaimana dikutip Antara.
Advertisement
Pemeriksaan Kesehatan
Dia menjelaskan selain melakukan pemeriksaan kesehatan, hari ini bersama para peserta didik Sekolah Rakyat pun telah melakukan perkenalan dengan para guru serta telah diberitahukan cara pembelajaran untuk tahun ajaran baru.
"Sudah dibolehkan tinggal di asrama oleh ibu, tadi ada persiapan belajar Bahasa Inggris seperti belajar percakapan sehari-hari, karena nanti belajar menggunakan dua bahasa," ucap dia.
Tanggapan tambahan dikatakan oleh peserta didik Sekolah Rakyat lainnya asal Kabupaten Tulang Bawang Barat, Fadli.
"Perasaannya senang sekali bisa sekolah, untuk bisa sukses meraih cita-cita sebagai TNI apapun akan saya hadapi. Orang tua sudah memperbolehkan untuk tinggal di asrama memang untuk saat ini belum kenal banyak orang karena saya jauh dari Tulang Bawang Barat," ujar Fadli.
Dia mengaku bersama empat orang siswa lain dari Tulang Bawang Barat difasilitasi antar jemput oleh pemerintah dalam pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dari Tulang Bawang Barat menuju BPSDM Provinsi Lampung yang ada di Lampung Selatan.
"Saya dari SMP Muhammadiyah Tumijajar, saya sulung dari dua bersaudara, adik masih kelas 4 sekolah dasar. Orang tua tidak ikut mengantar karena orang tua pekerjaannya berdagang," kata Fadli.
Dia pun berterima kasih kepada Presiden serta Gubernur Lampung yang telah memfasilitasi anak-anak untuk bersekolah di Sekolah Rakyat.
"Terima kasih Presiden dan Gubernur sudah mengadakan Sekolah Rakyat jadi saya dan teman-teman bisa sekolah dan meraih cita-cita," tandas dia.