Teka Teki Tiga Jemaah Haji Asal Lumajang Tertahan di Arab Saudi Terungkap, Ternyata Ini Penyebabnya

Dari total 106 jemaah haji asal Lumajang yang masuk rombongan terakhir, sebanyak 103 orang telah kembali ke tanah air dalam kondisi selamat.

Ihwan Fajar
Oleh Ihwan Fajar - Reporter
Teka Teki Tiga Jemaah Haji Asal Lumajang Tertahan di Arab Saudi Terungkap, Ternyata Ini Penyebabnya
Teka Teki Tiga Jemaah Haji Asal Lumajang Tertahan di Arab Saudi Terungkap, Ternyata Ini Penyebabnya (Merdeka.com)

Tiga jemaah haji asal Kabupaten Lumajang, Jawa Timur masih tertahan di Arab Saudi. Dari total 106 jemaah haji asal Lumajang yang masuk rombongan terakhir, sebanyak 103 orang telah kembali ke tanah air dalam kondisi selamat.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lumajang, Achmad Faisol Syaifulloh menjelaskan bahwa dua dari tiga jemaah belum bisa pulang merupakan pasangan suami istri yang baru saja dikaruniai seorang bayi saat menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. Keduanya kini masih berada di Mekah untuk menjalani masa pemulihan bersama sang buah hati.

"Sang istri melahirkan saat masih berada di Mekah. Saat ini kondisi ibu dan bayi masih dalam pemantauan medis, sehingga keduanya belum diizinkan untuk melakukan perjalanan jauh kembali ke Indonesia," ujar Faisol saat dikonfirmasi, Selasa (8/7).

tiga jemaah asal lumajang tertahan di arab saudi
tiga jemaah asal lumajang tertahan di arab saudi merdeka.com

Sementara itu, satu jemaah lainnya belum dapat pulang karena sedang menjalani perawatan intensif akibat kondisi kesehatannya yang menurun setelah pelaksanaan ibadah haji.

Pihak Kemenag Lumajang terus melakukan koordinasi dengan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi serta pihak keluarga jemaah, guna memastikan kebutuhan logistik, medis, dan administrasi ketiganya terpenuhi selama masa tinggal tambahan di Mekah.

“Kami memantau terus melalui petugas di Asrama Haji dan tim kesehatan di Arab Saudi. Alhamdulillah, kondisi semuanya stabil dan dalam pengawasan yang baik,” tambah Faisol.

Meski tidak ikut dalam kepulangan bersama rombongan utama, momen kelahiran bayi di Tanah Suci menjadi kisah haru yang membekas. Banyak pihak menilai peristiwa tersebut sebagai anugerah sekaligus keberkahan luar biasa bagi pasangan tersebut, terlebih terjadi di tempat suci umat Islam.

Pemkab Lumajang dan Kemenag setempat menyatakan akan terus memberikan pendampingan dan dukungan hingga ketiga jamaah tersebut dapat kembali dengan selamat ke tanah air.

Rekomendasi