90 Siswa Dikirim ke Barak Militer Kostrad Depok, Tidak Ada Handphone Selama Pendidikan Karakter

Selama pendidikan, para siswa wajib mengikuti pembinaan dan dipastikan tidak dapat bermain gadget.

Nur Fauziah
Oleh Nur Fauziah - Reporter
90 Siswa Dikirim ke Barak Militer Kostrad Depok, Tidak Ada Handphone Selama Pendidikan Karakter
90 Siswa Dikirim ke Barak Militer Kostrad Depok, Tidak Ada Handphone Selama Pendidikan Karakter (Merdeka.com)

90 Anak usia 13-15 tahun telah dikirim ke Markas Divisi 1 Kostrad, Depok. Di sana mereka akan mengikuti program Pendidikan Karakter selama 10 hari. Selama pendidikan, para siswa wajib mengikuti pembinaan dan dipastikan tidak dapat bermain gadget.

Wali Kota Depok, Supian Suri mengatakan, program Pendidikan Karakter ini dimaksudkan untuk meningkatkan kedisiplinan anak. Selama pendidikan, para siswa mendapatkan materi dari narasumber dan kesehatan fisik, serta kedisiplinan.

“Kita masuk di sana, dari mulai bangun tidur, olahraga, kemudian kegiatan makan bersama, kegiatan menerima materi, istirahat sampai kita mewajibkan mereka istirahat di jamnya istirahat dan tidak mengizinkan mereka membawa gadget atau HP,” kata Supian, Sabtu (31/5).

Pemerintah Kota Depok saat memberangkatkan anak mengikuti pendidikan militer ke Markas Divisi 1 Kostrad, Depok. (Liputan6.com/Dicky Agung Prihanto)
<p>Pemerintah Kota Depok saat memberangkatkan anak mengikuti pendidikan militer ke Markas Divisi 1 Kostrad, Depok. (Liputan6.com/Dicky Agung Prihanto)</p> @ 2025 merdeka.com

Peminat Meningkat

Menurut dia, program ini adalah inisiasi dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang kemudian diterapkan juga di Kota Depok. Supian berpendapat program ini sangat positif.

“Ini program yang dijalankan Pak Gubernur sudah sangat positif kita melihat, sehingga apa yang sudah dilaksanakan kita juga bisa laksanakan di Kota Depok,” ujar Supian.

Awalnya, program ini hanya dibuka untuk 50 peserta. Namun ternyata peminatnya membludak hingga 378 orang yang mendaftar. Tapi karena keterbatasan tempat maka untuk tahap awal hanya diperuntukkan bagi 100 siswa. Sayangnya dari 100 yang terpilih, hanya 90 orang yang hadir dan sudah berangkat ke barak.

“Pendaftar 378 anak, kemarin yang positif 100 anak, namun menjelang pemberangkatan 90 anak,” tukasnya.

Anak Ikut Pendidikan Keinginan Orangtua

Belum diketahui alasan 10 peserta tidak hadir. Namun Supian sudah meminta Kesbangpol Kota Depok untuk mencari informasi alasan orang tua tidak datang membawa anaknya pada pemberangkatan pendidikan karakter. Jika mereka masih bersedia maka diberikan kesempatan hingga 1 Juni untuk datang ke barak militer.

“Mungkin ada perkembangan seiring waktu menjelang berangkat orang tua berubah pikiran atau apa, karena ini memang benar-benar berdasarkan persetujuan dari orang tua dan kesiapan dari anak-anaknya,” kata dia.

Menurut dia, Pemkot Depok tidak akan memaksakan kehendak untuk anak mengikuti pendidikan karakter. Anak yang mengikuti pendidikan karakter sebelumnya karena keinginan orang tua. Para siswa akan mengikuti pendidikan selama 10 hari dimulai pada Minggu 1 Juni 2025.

“Ini keikhlasan dari orang tua, komitmen orang tua mengizinkan anaknya bersama kami selama 10 hari kedepan dan tentunya ini juga anak anaknya bersedia. Tapi sejatinya dia (anak) datang, dia hadir itu bagian dari mereka siap,” pungkasnya.

Rekomendasi