Fakta Unik: Rumah Baca Yoboi Jayapura Berusia 14 Tahun, Penggiat Literasi Dorong Tiap Kampung Miliki Rumah Baca

Penggiat literasi Jayapura, Hanny Felle, mendorong setiap kampung memiliki **rumah baca** sebagai ruang pendidikan non-formal. Simak bagaimana inisiatif ini mencetak generasi unggul di Papua!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik: Rumah Baca Yoboi Jayapura Berusia 14 Tahun, Penggiat Literasi Dorong Tiap Kampung Miliki Rumah Baca
Penggiat literasi Jayapura, Hanny Felle, mendorong setiap kampung memiliki **rumah baca** sebagai ruang pendidikan non-formal. Simak bagaimana inisiatif ini mencetak generasi unggul di Papua! (Merdeka.com)

Penggiat literasi di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, secara aktif mendorong setiap kampung untuk memiliki rumah baca. Inisiatif ini bertujuan menciptakan ruang alternatif pendidikan non-formal yang vital. Kehadiran rumah baca diharapkan mampu menggerakkan partisipasi serta meningkatkan minat baca masyarakat setempat.

Hanny Felle, seorang penggiat literasi terkemuka di Jayapura, menegaskan pentingnya peran rumah baca. Ia menyampaikan pandangannya saat diwawancarai ANTARA di Rumah Baca Yoboi, Kampung Yoboi. Menurutnya, rumah baca adalah kunci dalam membentuk generasi Papua yang unggul melalui kegiatan membaca.

Rumah baca tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai wadah belajar sepanjang hari. Ini berbeda dengan sekolah formal yang memiliki jam belajar terbatas. Hanny Felle menyatakan, "Jika sekolah hanya memberi ruang belajar empat jam maka rumah baca hadir sebagai wadah belajar sepanjang hari."

Peran Vital Rumah Baca dalam Pendidikan Non-Formal

Rumah baca memegang peranan krusial sebagai ruang publik yang menyediakan berbagai kegiatan berkelanjutan di luar sistem sekolah formal. Keberadaannya mengisi celah waktu belajar anak-anak setelah jam sekolah usai. Hal ini memberikan kesempatan bagi mereka untuk terus mengembangkan diri dan minat literasinya.

Hanny Felle menjelaskan bahwa fungsi utama rumah baca adalah sebagai pendukung pendidikan. Ia menekankan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya orang tua semata. "Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya orang tua," ujarnya, menyoroti peran komunitas.

Melalui fasilitas ini, anak-anak dapat mengakses berbagai buku dan bahan bacaan setiap hari. Ini sangat membantu keluarga dalam mendukung pendidikan anak-anak mereka. Motivasi membaca anak-anak pun meningkat signifikan dengan adanya Rumah Baca Yoboi.

Perjalanan dan Dampak Positif Rumah Baca Yoboi

Perjalanan Rumah Baca Kampung Yoboi telah berlangsung selama 14 tahun, penuh dengan suka dan duka. Bermula dari sebuah kelompok belajar yang sederhana, kini telah berkembang pesat. Wadah literasi ini bahkan telah diakui baik di tingkat provinsi maupun nasional atas kontribusinya.

Perkembangan Rumah Baca Yoboi menunjukkan kemajuan yang sangat signifikan. Anak-anak yang sebelumnya kesulitan membaca atau menulis, kini secara bertahap memperoleh kepercayaan diri. Mereka mendapatkan pendampingan intensif yang membantu meningkatkan kemampuan literasi mereka.

Tidak hanya anak-anak, orang tua yang belum memiliki kemampuan membaca dan menulis juga turut merasakan manfaatnya. Mereka terbantu untuk belajar dan mengembangkan keterampilan dasar literasi. Ini menunjukkan bahwa rumah baca melayani berbagai lapisan usia dalam masyarakat.

Hanny Felle juga mengungkapkan bahwa inisiatifnya telah meluas. "Bahkan terdapat 28 titik rumah baca yang saya dirikan tersebar pada 10 distrik," katanya. Ekspansi ini memperluas jangkauan manfaat literasi ke lebih banyak komunitas di Jayapura.

Mengembangkan Literasi dan Membangun Generasi Papua Hebat

Kehadiran rumah baca sangat membantu keluarga, khususnya dalam mendukung pendidikan anak di luar jam sekolah. Dengan akses mudah ke buku dan bimbingan, anak-anak memiliki kesempatan lebih besar untuk mengasah kemampuan membaca mereka. Hal ini secara langsung berkontribusi pada pengembangan literasi yang lebih baik.

Hanny Felle percaya bahwa dengan adanya fasilitas seperti Rumah Baca Yoboi, anak-anak semakin termotivasi untuk membaca. Motivasi ini adalah kunci untuk pertumbuhan literasi yang berkelanjutan. "Dengan hadirnya Rumah Baca Yoboi, anak-anak semakin termotivasi untuk membaca. Dengan demikian maka literasi mereka akan semakin berkembang," tambahnya.

Rumah baca berfungsi sebagai organisasi sosial terkecil yang mampu merangkul siapa saja. Ini memungkinkan partisipasi luas dari berbagai pihak untuk mendukung generasi masa depan Papua. Dengan demikian, visi untuk menciptakan generasi Papua yang hebat melalui literasi dapat terwujud secara kolektif.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi