Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar melakukan kunjungan langsung ke rumah duka Muh Akbar Basri, korban meninggal dunia akibat kebakaran saat aksi demonstrasi di Kantor DPRD Kota Makassar. Kunjungan ini berlangsung pada Minggu, 31 Agustus, sebagai bentuk empati dan perhatian dari pemerintah pusat. Kedatangan Menag RI ini menjadi sorotan publik mengingat pentingnya menjaga stabilitas sosial.
Nasaruddin Umar, yang memiliki latar belakang Bugis-Makassar, secara pribadi dan sebagai utusan istana, menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga almarhum. Ia menyatakan penyesalan atas insiden tragis yang menimpa Ubay, panggilan akrab Muh Akbar Basri, serta berharap keluarga diberi ketabahan. Peristiwa ini diharapkan menjadi pengingat bagi semua pihak.
Dalam kesempatan tersebut, Menag juga menyampaikan harapannya agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang. Ia menegaskan bahwa insiden ini harus menjadi peristiwa kelam terakhir dalam perjalanan demokrasi di Indonesia, demi menjaga kedamaian dan keutuhan bangsa. Doa dan dukungan mengalir dari seluruh penjuru negeri.
Advertisement
Advertisement
Ungkapan Dukacita dan Harapan Pemerintah Pusat
Menteri Agama Nasaruddin Umar, dalam kunjungannya ke Makassar, secara tegas menyampaikan pesan bela sungkawa dari pemerintah pusat. Ia menekankan bahwa kehadiran dirinya merupakan representasi langsung dari Istana Negara untuk menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden yang menimpa korban demonstrasi. Peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi seluruh jajaran pemerintahan.
Nasaruddin Umar berharap agar insiden tragis yang menimpa Muh Akbar Basri dan korban lainnya tidak akan terulang lagi di masa mendatang. Beliau menekankan pentingnya menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran berharga bagi seluruh elemen masyarakat. Harapan ini diungkapkan dengan nada prihatin namun juga optimis terhadap masa depan demokrasi.
Lebih lanjut, Menag meyakini bahwa almarhum Ubay telah mendapatkan doa dari seluruh masyarakat Indonesia. "Saya kira satu negeri ini memberikan ucapan bela sungkawa dan juga doa," ujarnya. Doa tersebut diharapkan dapat menjemput almarhum dalam keadaan husnul khotimah, serta memberikan ketenangan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Advertisement
Advertisement
Pembelajaran Demokrasi dan Ajakan Menjaga Kedamaian
Kejadian demonstrasi yang berujung tragis di Makassar dan beberapa daerah lain dinilai Menag sebagai pembelajaran penting bagi semua pihak. Ia mengajak masyarakat, khususnya di Sulawesi Selatan, untuk menjadikan peristiwa ini sebagai hikmah. Hal ini demi menambah kematangan diri dalam berbangsa dan bernegara, serta menghindari konflik di masa depan.
Sebagai putra daerah Sulawesi Selatan yang kini mengemban amanah sebagai Menteri Agama dan Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar mengimbau seluruh masyarakat untuk mencari solusi yang lebih baik. Solusi yang dimaksud adalah yang menenangkan dan menyejukkan bagi semua pihak, bukan justru memperkeruh suasana. Ini adalah seruan untuk dialog konstruktif.
Menag menegaskan bahwa semua elemen masyarakat tentu menginginkan kedamaian, kebahagiaan, dan kesejahteraan. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat Sulsel untuk mengambil hikmah dari apa yang menimpa bangsa. "Seperti juga yang sudah disampaikan oleh Presiden Prabowo, kita ingin bangsa Indonesia menjadi bangsa yang kuat," pungkasnya, menekankan pentingnya persatuan. Ideologi dan idealisme ini adalah harapan bersama untuk masa depan yang lebih baik.
Advertisement
Sumber: AntaraNews