Kabupaten Tangerang terus berkembang. Pembangunan di mana-mana. Tetapi di balik gemerlap pembangunan kabupaten tersebut, ada cerita mengiris hati yang banyak diketahui.
Seorang kakek lanjut usia terpaksa hidup sebatang kara di sebuah gubuk reyot. Dia ditelantarkan keluarganya. Meski mengaku masih memiliki istri dan anak, Darma mengaku sudah 4 tahun lebih tinggal sendiri di dalam gubuk reyot yang berdiri di atas lahan milik warga di wilayah Kabupaten Tangerang.
“Sudah empat tahun disini, sendiri,” kata Darma di tempat tinggalnya yang beralamat di Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, Senin (7/4).
Untuk menyambung hidup, Darma berusaha menguatkan fisiknya agar bisa bekerja apa saja untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Beruntung, katanya, banyak tangan-tangan baik para dermawan yang prihatin dengan kehidupannya.
“Paling ke empang, sekarang mah kerja apa saja yang penting halal, yang penting enggak ninggalin salat,” ujar pria yang sudah bertahun-tahun tidak ditemui anak dan istrinya itu.
Darma bercerita, tiga anak perempuannya sudah berumah tangga. Sementara satu anak laki-lakinya bekerja serabutan juga tetapi tidak tinggal bersama Darma.
Dengan kondisinya ini, pria tua miskin ini pun mengaku tak masalah jika nantinya mati tanpa dibantu siapapun. Dia mengaku pasrah dan ikhlas jika meninggal dunia seorang diri di dalam gubuk yang ditinggalinya itu.
“Lebaran juga enggak ada anak istri yang nengok, sendiri saja. Istri ikut anak di Kampung Pabuaran. Istri sudah enggak mau urusin, kalau ada duit baru dia, tapi kalau enggak mah, makan saja enggak nawarin," ujarnya.
"Kalau mati juga engga apa saya sendirian, engga ada yang makamin juga engga apa-apa saya disini,” ujar dia.
Cerita pilu kakek Darma mengetuk hati Kapolsek Cisauk, AKP Dhady Arsya. Dia mengunjungi tempat tinggal Kakek Darma mengaku prihatin dengan kondisi sang kakek yang hidup sebatang kara meski memiliki istri dan anak.
Dalam kunjungannya kali itu, Kapolsek turut memberikan bantuan beras dan mesin gerinda sebagaimana permintaan sang kakek.
“Saya datang berikan mesin gerinda, karena beliau waktu itu minta dibelikan mesin gerinda dan sedikit bantuan pangan buat dimasak,” katanya.
Advertisement