Hari Jumat terakhir di bulan Ramadan adalah waktu yang sangat signifikan, tidak hanya karena nilai spiritualnya, tetapi juga karena banyaknya keutamaan dan kesempatan untuk meraih pahala bagi umat Islam. Momen ini menjadi pengingat bahwa bulan suci akan segera berakhir, sehingga penting untuk meningkatkan ibadah sebelum kesempatan ini berlalu.
Banyak ulama menjelaskan bahwa hari Jumat dalam bulan Ramadan memiliki keistimewaan yang luar biasa, dan ketika jatuh di akhir bulan, nilai spiritualnya akan semakin tinggi. Terlebih lagi, jika Jumat tersebut bertepatan dengan malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan, ada kemungkinan besar ia berhubungan dengan malam Lailatul Qadar.
Dalam suasana yang khidmat dan penuh harapan, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal baik pada Jumat terakhir Ramadan, seperti melaksanakan salat Jumat, memperbanyak doa, zikir, sedekah, dan membaca Al-Qur'an. Berikut adalah penjelasan lengkapnya, seperti yang dirangkum dari merdeka.com, Jumat (28/3).
Advertisement
Jumat Terakhir Jadi Momentum Emas untuk Melipatgandakan Amal
Hari Jumat terakhir di bulan Ramadan merupakan momen yang sangat berharga bagi umat Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah mereka. Pada hari ini, banyak yang melaksanakan salat wajib, salat sunnah, membaca Al-Qur'an, berzikir, dan memperbanyak doa, karena diyakini bahwa waktu ini adalah saat yang mustajab untuk mengajukan permohonan.
Selain itu, hari ini juga menjadi waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi diri setelah hampir sebulan menjalankan ibadah puasa. Dengan demikian, seluruh amalan yang telah dilakukan dapat disempurnakan dan diakhiri dengan kebaikan yang terus meningkat hingga akhir bulan Ramadan.
Apabila Jumat terakhir Ramadan jatuh pada malam ganjil, maka ada kemungkinan besar momen ini bersinggungan dengan Lailatul Qadar. Malam ini diyakini lebih baik dari seribu bulan dan menjadi waktu yang sangat utama untuk meningkatkan ibadah serta amal saleh.
Advertisement
Doa agar Ramadan Ini Tidak Menjadi yang Terakhir
Salah satu doa yang sangat dianjurkan untuk dibaca pada Jumat terakhir bulan Ramadan adalah permohonan agar bulan suci ini bukanlah yang terakhir dalam kehidupan seseorang. Dalam doa ini, terdapat harapan untuk memperoleh rahmat atau pengampunan, terutama jika itu menjadi Ramadan terakhir yang dijalaninya. Doa tersebut berbunyi:
اللَّهُمَّ لاَ تَجْعَلْهُ آخِرَ الْعَهْدِ مِنْ صِيَامِنَا إِيَّاهُ، فَإِنْ جَعَلْتَهُ فَاجْعَلْنِي مَرْحُوْمًا وَلاَ تَجْعَلْنِي مَحْرُوْمًا
Latin: Allhumma l taj'alhu khiral 'ahdi min iymin iyyh, fa-in ja'altahu fa-j'aln marman wa l taj'aln marman.
"Ya Allah, janganlah Engkau jadikan puasa ini sebagai yang terakhir dalam hidupku. Jika Engkau menetapkan demikian, maka jadikanlah aku sebagai orang yang dirahmati dan jangan jadikan aku sebagai orang yang terhalang dari rahmat-Mu."
Doa ini mencerminkan harapan dan kekhawatiran yang dirasakan oleh seorang Muslim menjelang akhir bulan Ramadan. Ia berharap agar jika Allah SWT menghendaki Ramadan ini menjadi yang terakhir, puasanya tetap dirahmati dan tidak sia-sia. Anda dapat mengamalkan doa ini mulai setelah sholat Ashar hingga selesai sholat Tarawih.
Advertisement
Doa untuk Diberi Umur agar Bertemu Ramadan Berikutnya
Umat Muslim berharap agar Ramadan tahun ini bukanlah yang terakhir, sekaligus dianjurkan untuk membaca doa demi umur panjang dan keberkahan agar dapat menyambut Ramadan yang akan datang. Ini mencerminkan sikap optimis dalam menjalankan ibadah. Doa tersebut berbunyi:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Latin: Allhumma brik lan f Rajaba wa Sha'bna wa ballighn Ramana.
Artinya:
"Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan."
Doa ini mencerminkan semangat seorang Muslim untuk tidak hanya bertahan dalam keimanan tetapi juga tumbuh dalam kebaikan dan amal saleh hingga dapat kembali menyambut Ramadan yang akan datang. Doa ini juga bisa dibaca setelah sholat Ashar, saat berbuka puasa, hingga selepas Tarawih atau ketika beritikaf.
Advertisement
Doa agar Puasa dan Ibadah Diterima oleh Allah SWT
Di antara berbagai doa yang sangat penting, terdapat permohonan kepada Allah agar semua amal ibadah yang dilakukan selama bulan Ramadan, terutama puasa, diterima dengan baik dan dicatat sebagai amal saleh. Keberhasilan dalam menjalankan Ramadan tidak hanya terletak pada pelaksanaan ibadah itu sendiri, melainkan juga dalam penerimaan ibadah tersebut. Doanya berbunyi:
اَللَّهُمَّ سَلِّمْنـِيْ إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِـيْ رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِيْ مُتَقَبَّلاً
Latin: Allāhumma sallimnī ilā Ramaḍāna wa sallim lī Ramaḍāna wa tasallamhu minnī mutaqabbalan.
Artinya: "Ya Allah, selamatkanlah aku untuk menghadapi Ramadhan, selamatkanlah Ramadhan itu untukku, dan selamatkanlah Ramadhan itu dari (perbuatan maksiatku), sehingga (ibadahku) diterima," (H.R. Thabrani dan Dailamy).
Doa ini seakan menjadi penutup sempurna bagi perjalanan ibadah Ramadan, dengan harapan semua yang dilakukan tidak sia-sia dan mendapat balasan yang besar dari Allah SWT.
Advertisement
Amalan Tambahan Usai Salat Jumat di Akhir Ramadan
Setelah melaksanakan salat Jumat pada pekan terakhir bulan Ramadan, umat Muslim disarankan untuk meningkatkan ibadah mereka dengan cara-cara berikut:
- Menambah Ibadah: Tingkatkan sedekah, zikir, dan perbuatan baik sebagai upaya untuk menyempurnakan ibadah di akhir Ramadan.
- Silaturahmi dan Memaafkan: Menjelang Idulfitri, ini adalah waktu yang tepat untuk mempererat tali persaudaraan dan membersihkan hati dari segala kesalahan.
- Salat Tarawih dengan Khidmat: Lanjutkan pelaksanaan salat tarawih dengan penuh kekhusyukan, karena malam-malam terakhir Ramadan memiliki keutamaan yang sangat besar.
- Mengejar Lailatul Qadar: Semakin dekat dengan malam yang lebih baik dari seribu bulan, dianjurkan untuk meningkatkan doa dan ibadah.
- Menyempurnakan Amalan Ramadan: Akhiri bulan suci ini dengan amal terbaik agar mendapatkan keberkahan dan rahmat dari Allah SWT.
Advertisement
Keutamaan Jumat Terakhir Ramadan
Jumat terakhir di bulan Ramadan bukan hanya menandai akhir pekan, tetapi juga merupakan momen istimewa yang menggabungkan dua keutamaan besar: hari Jumat yang mulia sebagai sayyidul ayyam (penghulu segala hari) dan keutamaan akhir Ramadan yang dikenal sebagai puncak ibadah. Beberapa keutamaan dari Jumat terakhir Ramadan dijelaskan dalam ajaran Islam, yang menunjukkan betapa pentingnya hari ini bagi umat Muslim.
1. Hari Penuh Berkah dan Kemuliaan
Hari Jumat sangat dihormati dalam Islam karena banyak peristiwa penting dalam sejarah umat manusia terjadi pada hari ini, seperti penciptaan Nabi Adam, masuknya ke surga, dan penurunan ke bumi. Ketika hari Jumat bertepatan dengan akhir Ramadan, nilai ibadah dan keberkahan di dalamnya menjadi berlipat ganda, karena menggabungkan dua waktu yang utama dalam satu kesempatan. Jumat terakhir Ramadan merupakan peluang berharga bagi setiap Muslim untuk mengumpulkan pahala dan menutup bulan suci ini dengan amal terbaik.
2. Peluang Besar Mendapatkan Lailatul Qadar
Jumat terakhir Ramadan sering kali bertepatan dengan malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir, yang merupakan waktu paling mungkin untuk terjadinya malam Lailatul Qadar. Malam ke-29 juga merupakan malam terakhir yang tidak boleh diabaikan, karena dalam banyak hadis disebutkan bahwa Lailatul Qadar bisa jatuh pada malam terakhir sebagai hadiah bagi mereka yang konsisten beribadah hingga akhir. Jumat, 28 Maret 2025 malam, akan menjadi malam ganjil Ramadan jika bulan ini berlangsung selama 30 hari. Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan, sehingga memperbanyak amal ibadah di hari Jumat terakhir dapat memberikan pahala yang luar biasa, seolah-olah beribadah selama lebih dari 83 tahun. Mereka yang bersungguh-sungguh dalam ibadah pada Jumat terakhir memiliki peluang besar untuk menerima limpahan rahmat dan ampunan yang Allah janjikan pada malam tersebut.
3. Waktu Mustajab untuk Berdoa
Dalam hadis Nabi, disebutkan bahwa ada satu waktu di hari Jumat ketika doa tidak akan ditolak oleh Allah SWT, dan banyak ulama sepakat bahwa waktu tersebut berada antara waktu asar hingga menjelang maghrib. Jika hari Jumat biasa sudah dimuliakan dengan adanya waktu mustajab ini, maka hari Jumat terakhir Ramadan menjadikannya lebih kuat untuk berdoa dengan khusyuk, penuh harapan, dan keyakinan akan dikabulkan. Momentum ini sangat tepat untuk memohon pengampunan, meminta keberkahan dalam hidup, kesehatan, serta doa agar dapat dipertemukan kembali dengan Ramadan di tahun yang akan datang.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Jumat Terakhir Ramadan (PAA)
1. Apa keistimewaan Jumat terakhir bulan Ramadan
Jumat terakhir Ramadan merupakan waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa, memohon ampunan, dan melakukan amal kebaikan karena berpotensi bertemu Lailatul Qadar.
2. Doa apa yang dibaca agar bertemu Ramadan tahun depan?
Doa yang dianjurkan adalah "Allāhumma bārik lanā fī Rajaba wa Sha‘bāna wa ballighnā Ramaḍāna" untuk memohon umur panjang agar bisa kembali berjumpa dengan Ramadan.
3. Apakah ada doa agar Ramadan ini bukan yang terakhir?
Ya, terdapat doa khusus: "Allāhumma lā taj‘alhu ākhiral ‘ahdi min ṣiyāminā iyyāh..." yang berisi harapan agar Ramadan ini bukan yang terakhir.
4. Apakah puasa dan ibadah di Ramadan perlu didoakan agar diterima?
Sangat dianjurkan untuk membaca doa agar semua ibadah Ramadan diterima Allah SWT, terutama saat Jumat terakhir Ramadan.
5. Apa saja amalan tambahan setelah salat Jumat di akhir Ramadan?
Beberapa amalan yang disarankan adalah bersedekah, memperbanyak zikir, mempererat silaturahmi, serta tetap menunaikan salat tarawih dengan khidmat.