Seorang wanita berinisial FE mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah setelah tergiur tawaran mengirim barang tanpa melalui aplikasi resmi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menerangkan, kejadian bermula saat rekan korban J menggunakan aplikasi jasa antar untuk mengirimkan barang dari kantornya di kawasan Cideng, menuju ke lokasi pameran di Gedung Smesco. Saat itu, proses pengantaran berjalan lancar.
"Itu berhasil di antarkan," kata dia kepada wartawan, Sabtu (8/4).
Namun, celaka saat pengembalian ke kantor, dua tersangka menawarkan pengantaran langsung tanpa aplikasi. Rekan korban yang tak merasa curiga mengiyakan tawaran tersebut. Apes, barang-barang tak pernah sampai ke tangannya. Barang yang digelapkan nilainya Rp350 juta.
"Ini ditawarkan oleh para tersangka untuk tidak memesan melalui aplikasi dan akhirnya barang-barang milik korban tidak pernah smpai ke tangan korban dan hilang. Sehingga korban mengalami kerugian Rp350 juta," ujar dia.
Terkait kejadian ini, dua pelaku, HI dan DI sudah diringkus tim Subdit Resmob Polda Metro Jaya di Mustika Jaya, Kota Bekasi. Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 372 KUHP dan Pasal 363 KUHP.
"Ancaman maksimal masing yang penggelapan tadi 4 tahun dan pencurian pemberatan 7 tahun," ujar dia.
Advertisement
Buru Barang Hasil Kejahatan
Sementara itu, penyidik masih memburu keberadaan barang-barang hasil kejahatan yang diduga dijual ke pihak lain.
"Saat ini penyidik masih melakukan pengembangan terhadap barang-barang hasil kejahatan dan juga alat yan digunakan oleh para tersangka dalam melakukan aksinya," ucap dia.
Ade Ary mengimbau masyarakat untuk tetap menggunakan aplikasi resmi dalam jasa pengiriman barang.
"Kami wajib memberikan imbauan memesan jasa antar melalui aplikasi itu seyogyanya cukup aman karena datanya semua ada tercacat di proses pemesanannya itu tentunya jejaknya lebih mudah dicari," ujar dia.
"Tetapi begitu ada oknum tidak bertanggung jawab pada jasa antar, menawarkan kepada masyarakat, kepada korban untuk tidak perlu memesan pakai aplikasi Langsung kami antar, kita harus berhati-hati apalagi barang yang diantara cukup bernilai," tandas dia.