Ketua DPR Puan Maharani berbicara dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-15 forum parlemen negara-negara di Asia atau Asian Parliamentary Assembly (APA) di Baku, Azerbaijan. Ia menyinggung soal isu kesetaraan semua negara hingga pentingnya tercipta perdamaian global, termasuk bagi Palestina.
Kepada parlemen negara-negara Asia, Ia menegaskan untuk menolak gagasan relokasi penduduk Gaza. Parlemen se-Asia, menurutnya, harus turut memastikan gencatan senjata di Gaza dihormati dan akses bantuan kemanusiaan tetap terbuka bagi rakyat Palestina.
“Kita juga harus menolak gagasan untuk merelokasi penduduk Gaza dari tanah air mereka,” ujar Puan dalam pidatonya, Rabu (19/2/2025).
Dalam forum ini juga banyak pemimpin parlemen Asia yang juga menyoroti situasi di Gaza. Puan mengajak seluruh parlemen yang hadir untuk berkontribusi dalam mewujudkan perdamaian yang adil dan langgeng, tidak hanya di Palestina tetapi juga di kawasan konflik lainnya seperti Ukraina.
“Kita perlu mendukung penyelesaian damai atas perang dan konflik, di Gaza, Ukraina, dan bagian lain dunia,” ujarnya.
Puan juga menegaskan bahwa diplomasi parlemen harus memainkan peran aktif dalam menciptakan stabilitas global. Ia mengingatkan bahwa ketidakpastian dunia saat ini menuntut langkah konkret parlemen untuk menjaga perdamaian dan keadilan internasional.
“Ini akan menjadi kontribusi penting karena perdamaian dan stabilitas merupakan prasyarat bagi pembangunan dan kemakmuran,” kata Puan.
Di sisi lain, Puan mendorong semua yang hadir pada KTT APA ke-15 untuk mengambil tindakan berani dan mengesampingkan perbedaan. Apalagi saat ini dunia berada dalam era ketidakpastian yang besar.
“Sehingga Asia dapat bangkit lebih kuat dari ketidakpastian saat ini. Bersama-sama, kita dapat menciptakan Asia dan dunia yang stabil, damai, dan sejahtera,” pungkasnya.
Inagurasi pembukaan APA Pleanary Meeting ke-15 dilangsungkan di Ruang Paripurna Milli Majlis Azerbaijan dipimpin oleh Ketua Parlemen Azerbaijan Sahiba Gafarova sebagai tuan rumah sekaligus Presiden APA tahun ini. Para ketua parlemen yang hadir mendapat giliran bicara di mana Puan menjadi urutan ke-3 usai Bahrain dan Bhutan.
Forum APA ke-15 berlangsung hingga 21 Februari dan mencakup serangkaian pertemuan, termasuk pembahasan rancangan resolusi tentang isu-isu utama yang akan dirangkum dalam Deklarasi Baku. Dalam rangkaian kegiatan ini, Puan juga melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah Ketua Parlemen negara Asia untuk memperkuat kerja sama regional.