Mendikdasmen Abdul Mu'ti Bicara Mekanisme Belajar di Rumah saat Ramadan, Siswa Bakal Dapat Tugas Ini dari Guru

Para siswa akan tetap diberikan tugas terstruktur oleh guru selama minggu pertama dan terakhir bulan Ramadan belajar di rumah.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Mendikdasmen Abdul Mu'ti Bicara Mekanisme Belajar di Rumah saat Ramadan, Siswa Bakal Dapat Tugas Ini dari Guru
<p>Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti (Liputan6.com/Lizsa Egeham)</p> (@ 2024 merdeka.com)

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan para siswa akan tetap diberikan tugas terstruktur oleh guru selama minggu pertama dan terakhir bulan Ramadan belajar di rumah. Menurut Mu'ti, para siswa nantinya akan diberikan tugas membaca dan menulis oleh para guru.

"Sehingga selama mereka belajar di rumah itu ya tetap ada kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan misalnya membaca atau menulis atau kegiatan lain. Sehingga tidak murni libur, tapi pembelajaran di rumah. Tapi tidak ada pembelajaran daring, ya. Hanya kegiatan terstruktur yang disampaikan oleh guru," kata Mu'ti di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (22/1).

Tugas Diterima Siswa dari Guru

Dia mencontohkan para siswa akan diminta menulis pengalamannya mudik saat minggu terakhir bulan Ramadan atau mengunjungi rumah siapa saat libur lebaran. Selain itu, kata Mu'ti, siswa beragama Islam juga bisa diberikan kegiatan dengan menuliskan khotbah saat salat Idulfitri.

"Jadi tetap bagian dari dia belajar kan, bukan full libur yang dia sama sekali tidak ada hubungannya dengan kegiatan yang menunjang pembelajaran," ujar Mu'ti.

Bukan Belajar Online

Mu'ti menuturkan tidak ada pembelajaran daring selama bulan Ramadan 2025. Sehingga, dia menyebut pemerintah tidak memberikan bantuan pulsa kepada para siswa.

"Enggak, kan bukan libur, kan pembelajaran, jadi enggak. Karena enggak ada pembelajaran online kan, enggak ada pembelajaran di luar," ujar Mu'ti.

Sebelumnya, Pemerintah telah mengatur jadwal pembelajaran secara detail selama bulan Ramadan 2025. Pada awal Ramadan, tepatnya tanggal 27-28 Februari serta 3-5 Maret 2025, siswa akan melaksanakan pembelajaran mandiri di lingkungan keluarga, tempat ibadah, dan masyarakat. Kegiatan ini dilakukan sesuai dengan penugasan dari sekolah atau madrasah masing-masing.

Selanjutnya, mulai tanggal 6 hingga 25 Maret 2025, aktivitas pembelajaran akan kembali dilaksanakan di sekolah secara normal. Selama periode ini, sekolah tetap mengintegrasikan kegiatan pembelajaran dengan program-program yang bermanfaat untuk meningkatkan iman dan takwa, akhlak mulia, kepemimpinan, serta kegiatan sosial yang membentuk karakter mulia.

Untuk menyambut Hari Raya Idulfitri, pemerintah memberikan libur bersama pada tanggal 26-28 Maret serta 2-8 April 2025. Selama masa libur ini, siswa diharapkan dapat melaksanakan silaturahmi dengan keluarga dan masyarakat untuk meningkatkan persaudaraan dan persatuan. Kegiatan pembelajaran akan kembali dimulai pada tanggal 9 April 2025.

Kebijakan ini diambil setelah melalui berbagai pertimbangan dan diskusi lintas kementerian, termasuk masukan dari para kiai dan pemuka agama Islam serta pengelola pendidikan. Skema ini dinilai lebih produktif dibandingkan dengan opsi libur sebulan penuh yang dapat menimbulkan periode istirahat yang terlalu panjang.

Rekomendasi