Rumah Sakit Polri Kramat Jati telah menerima 13 sampel Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) dari keluarga korban meninggal dunia dan korban hilang akibat kebakaran Glodok Plaza Taman Sari, Jakarta Barat, pada Rabu (15/1).
"Data yang kita terima sebanyak 13 sampel DNA sampai hari ini," kata Kabid DVI Rodokpol Pusdokkes Mabes Polri, Kombes Pol Ahmad Fauzi di Jakarta, Minggu (19/1).
Dia mengatakan, hari ini ada satu keluarga yang datang ke Rumah Sakit (RS) Polri untuk memberikan data yang dibutuhkan berupa dokumen dan sampel DNA.
"Ini keluarga yang terakhir dan yang datang ibunya atau keluarga kandungnya untuk diambil sampel DNA," katanya.
Dari seluruh sampel yang dikumpulkan, pihaknya membutuhkan waktu satu hingga dua minggu untuk memastikan kecocokan data korban dengan keluarga.
"Semua tergantung dari sampel DNA yang kita ambil. Karena kesulitan-kesulitan bisa kita dapatkan karena kondisi sampel DNA yang tersedia," kata dia.
Uji Ulang Sampel DNA Jika Gagal Indentifikasi Korban
Jika data tersedia maka akan diolah sehingga profil korban keluar. Namun jika belum ditemukan, pihaknya akan melakukan pengulangan uji sampel sampai ada hasilnya.
"Sampai hasilnya nanti kita nyatakan bahwa ini bisa diproses atau tidak," kata dia.
Dia mengatakan, pemeriksaan sampel DNA ini merupakan metode yang sangat diandalkan. Ketika metode lain tidak bisa digunakan, maka pemeriksaan DNA bisa mengungkap identitas korban.
"DNA itu ada sifatnya 'direct' dan 'indirect'. Kalau 'direct' itu dari benda-benda kepemilikan korban," katanya.
Dia mengambil contoh sikat gigi dan pakaian dalam korban. Kedua hal tersebut bisa digunakan untuk menemukan identitas korban.
"Sedangkan yang tidak langsung itu justru dari keluarga," kata dia, dilansir Antara.