Petugas gabungan TNI dan polri masih memburu desertir TNI Sertu Hendri, pelaku penembakan seorang anggota Subdenpom Persiapan Belitung, Serma Rendi.
"Sementara belum tertangkap, masih terus dilakukan upaya pengejaran terhadap yang bersangkutan oleh tim gabungan dari aparat TNI dan polri di Belitung," ungkap Kapendam II Sriwijaya Kolonel Inf Paiman, Jumat (17/1).
Untuk mengoptimalkan pencarian, dilakukan penyekatan di sekitar pulau Bangka Belitung. Setiap pintu masuk dan keluar, seperti pelabuhan, dermaga, dan lainnya dijaga ketat oleh petugas.
"Tim masih bergerak, kita lakukan penyekatan agar pelaku tidak keluar dari sana," kata Paiman.
Paiman mengaku belum mendapatkan informasi terkini terkait dugaan keberadaan pelaku. Dia berharap pelaku segera tertangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
"Belum tahu kemungkinan bersembunyi di mana, kalau sudah tertangkap segera kita sampaikan," kata Paiman.
Advertisement
Lolos dari Kepungan TNI dan Polri
Sertu Hendri merupakan anggota TNI yang terakhir bertugas di Korem 042/Garuda Putih, Jambi. Namun pelaku diketahui tidak menjadi anggota TNI lagi dan sudah desersi sejak tahun 2023 berdasarkan putusan Pengadilan Militer di Palembang.
Sertu Hendri dilaporkan oleh istri sirinya pada, Minggu (12/1) malam ke Subdenpom Persiapan Belitung karena melakukan pengancaman.Kemudian ketika hendak diamankan di rumah kontrakan, dirinya melakukan perlawanan dan melakukan penyanderaan.
Puluhan polisi dan TNI telah mengepung rumah kontrakannya. Bahkan, telah menembakkan gas air mata. Namun pelaku menyandera dan membawa kabur seorang personel Subdenpom Persiapan Belitung, Serma Randi menggunakan mobil miliknya.
Selanjutnya, Serma Randi ditemukan oleh seorang warga di jalan Buluhtumbang - Air Seruk dengan mengalami luka tembak di punggung sebelah kiri dan kini tengah menjalani perawatan di RSUD Marsidi Judono Belitung.