Sebanyak dua belas anggota Tim SAR gabungan dikerahkan untuk mencari black box atau kotak hitam milik Pesawat SAM Air PK- SMW. Pesawat itu jatuh di tebing gunung Kampung Mabualem Distrik Welarek, Kabupaten Yalimo, Provinsi Papua Pegunungan.
Tim Sar telah mengevakuasi enam korban yakni Captain Pilot Hari Permadi dan Co Pilot Levi Murib dan empat penumpang yakni, Bartolomeus (34), Ebeth Halerohon (29), Dormina Halerohon (17) dan Kilimputni (20).
Setelah melakukan pencarian, Tim SAR berhasil menemukan pesawat dalam keadaan hancur dan berasap di tebing gunung kampung Mabualem Distrik Welarek, Yalimo, Papua Pegunungan.
Namun, black box atau kotak hitam SAM Air PK- SMW belum berhasil ditemukan. Tim SAR Gabungan menyatakan black box tersebut hilang dan diputuskan, untuk tidak melakukan pencarian.
Padahal black box itu sangat penting untuk mengetahui penyebab jatuhnya SAM Air.
Advertisement
Kasiops Basarnas Jayapura Marinus Ohoirat mengatakan, Tim SAR Gabungan telah ditarik dari lokasi jatuhnya Pesawat Sam Air. Penarikan dilakukan menggunakan Heli Bell Intan Angkasa dan Heli Caracal Milik TNI AU. Penjemputan dilakukan sekitar pukul 07.00 WIT dan berhasil membawa seluruh Tim SAR kembali ke Wamena Pukul 09.47 WIT.
"Tim pertama menjemput 8 orang dan heli kembali lagi ke LKP untuk menjemput 4 personel lain. Total 12 personel telah tiba di Bandara Wamena dalam keadaan sehat,” kata Ohoirat, Rabu 28/6).
Untuk diketahui, 12 personel terdiri 6 personel Basarnas dan 6 dari Kopasgat masih berada di lokasi setelah mengevakuasi jenazah ke Bandara Wamena dan diterbangkan ke Bandara Sentani.
“Kami mengucapkan terimakasih kepada pilot Helli Bell Intan Angkasa Capten Pilot Adi, Pilot Helli Caracal Mayor Penerbang Arif beserta Crew, TNI, Polri, Kabandara Wamena dan seluruh tim yang terlibat dalam proses evakuasi para jenasah korban jatuhnya Pesawat SAM Air. Tuhan Yang Maha Esa akan membalas semua kerja keras ini,” ungkapnya.