Ada Kenaikan Stunting jadi 13 Persen, Warga Deli Serdang Diberi Edukasi Pencegahan

Untuk daerah Deli Serdang, Sumatera Utara sendiri terjadi kenaikan angka stunting cukup signifikan. Di tahun 202, Kabupaten Deli Serdang mengalami kenaikan sebesar 1,4 persen menjadi 13,9 persen.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Ada Kenaikan Stunting jadi 13 Persen, Warga Deli Serdang Diberi Edukasi Pencegahan
edukasi stunting di deli serdang. ©2023 Merdeka.com

Angka anak stunting di Indonesia berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia Tahun 2022 mencapai 21,6 persen setelah mengalami penurunan pada tahun 2021 sebesar 24,4 persen.

Untuk daerah Deli Serdang, Sumatera Utara sendiri terjadi kenaikan angka stunting cukup signifikan. Di tahun 202, Kabupaten Deli Serdang mengalami kenaikan sebesar 1,4 persen menjadi 13,9 persen.

Dibutuhkan edukasi mendalam kepada warga untuk menekan kenaikan. Guna membantu percepatan penurunan angka stunting, sukarelawan Ganjar Pranowo yang berjejaring dalam Tuan Guru Sahabat (TGS) Ganjar Pranowo Sumatera Utara (Sumut) mengedukasi masyarakat ihwal cara mencegah stunting berbasis agama.

Koordinator Wilayah TGS Ganjar Pranowo Sumut Zulpi Andika mengatakan, edukasi pencegahan stunting untuk masyarakat penting dilakukan untuk menekan kasus stunting, khususnya di Kabupaten Deli Serdang.

"Masyarakat sangat antusias dikarenakan kegiatan ini sangat penting untuk ibu-ibu dan keluarga yang ingin mendidik anaknya supaya mereka punya kehidupan baik secara lahir dan batin," ujar Zulpi di Deli Serdang.

Adapun edukasi yang disampaikan Ustaz Eka Zulwahyudi selaku pemateri antara lain pentingnya asupan halal dan bergizi untuk anak dan ibu hamil, guna mencegah anak terkena stunting.

Zulpi berharap, adanya edukasi ihwal pencegahan stunting berbasis agama dapat memberi pengetahuan dan pengalaman untuk orang tua, khususnya kepada para ibu.

"Kami berharap ibu-ibu menjadi pelopor kepada anak-anaknya agar mempunyai kemampuan mendidik anak-anak sesuai dengan apa yang tadi dibahas, bagaimana mendidik anak atau memberi asupan-asupan bergizi sesuai dengan agama," jelas Zulpi.

Sementara itu, Ahli gizi Dr. Avliya Quratul Marjan, S.Gz., M.Si. menuturkan anak stunting di Indonesia banyak ditemukan pada daerah yang susah terhadap pelayanan kesehatan dan berasal dari keluarga dengan status sosial ekonomi yang rendah.

"Salah satu yang dapat dilakukan untuk mencegah stunting pada keluarga dengan ekonomi rendah adalah dengan meningkatkan pengetahuan ibu yang memiliki bayi atau balita dan pemanfaatan pangan lokal kaya zat gizi, membiasakan konsumsi protein setiap kali makan yang didapatkan dari hewan peliaharaan seperti ikan, ayam, dan lain-lain," ungkap Avliya, Senin (26/6).

Tak hanya itu, orang tua juga haru memiliki kesadaran dan pengetahuan terkait pentingnya menjaga gizi anak sejak dalam kandungan bahkan sejak remaja sebelum menjadi ibu hamil. Di sisi lain, pemerintah juga memiliki peranan penting dalam upaya menekan angka stunting.

"Pemerataan dukungan dan bantuan pemerintah juga sudah dilakukan dengan pemberian PMT (pemberian makan tambahan) untuk meningkatkan status gizi anak dan suplementasi zat gizi mikro tertentu," sambungnya.

Namun, Avliya menuturkan, stunting tidak hanya dipengaruhi oleh faktor makanan saja melainkan dipengaruhi oleh faktor komunitas dan lingkungan, rumah tangga, dan faktor anak itu sendiri.

Rekomendasi