Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan memasang GPS collar pada gajah liar. Pemasangan alat ini untuk memantau pergerakan gajah agar tidak berkonflik dengan manusia.
Lokasi pemasangan di kantong habibat gajah Sugihan-Simpang Sugihan, Ogan Komering Ilir. Wilayah itu seluas 632 ribu hektare dan di dalamnya terdapat garis batas koridor gajah liar seluas 232 Ha serta kantong populasi gajah Sumatera di Sumsel.
Kepala Seksi Konservasi Wilayah III BKSDA Sumsel Sugito mengungkapkan, pemasangan GPS collar dilakukan untuk kedua kali selama dua tahun terakhir. Pada tahun lalu, alat canggih yang tersambung satelit Inmarsat itu dipasang pada dua kelompok gajah. Sementara tahun ini dipasang pada gajah betina berusia 25 tahun dengan berat 2.782 kilogram. Gajah tersebut memiliki kelompok dengan jumlah 13 ekor.
Dari kesepakatan, pihaknya memberi nama gajah betina yang dipasang GPS collar tersebut Meisya. Meisya melengkapi dua gajah lain, Meilani dan Meissi, yang sudah dilengkap GPS Collar pada Mei 2022 lalu.
Advertisement
Pemasangan GPS collar diharapkan dapat membantu dalam memahami prinsip berbagi ruang hidup antara manusia dan gajah, serta merumuskan strategi aksi konservasi yang efektif. Dengan demikian hidup berdampingan antara aktivitas manusia dan kehidupan gajah liar bisa terjaga dan konflik gajah dengan manusia bisa dicegah sedini mungkin.
"Selama dua hari kemarin kami pasang GPS collar pada gajah betina, tujuannya untuk mengetahui pola pergerakan gajah dan mencegah konflik dengan manusia," ungkap Sugito, Senin (15/5).
Kepala BKSDA Sumsel Ujang Wisnu Barata menjelaskan, koridor gajah liar berada di kawasan hutan produksi pada wilayah konsesi APP Sinar Mas. Koridor didelineasi atas dasar pertimbangan jejak kehadiran dan hasil monitoring berkala yang selanjutnya menjadi lokus manajemen habitat dan populasi melalui berbagai kegiatan terintegrasi. Kegiatan itu di antaranya pengayaan pakan gajah, pembuatan artificial saltlick, pengaturan komoditi tanaman, pembuatan barrier fisik atau vegetasi serta monitoring populasi, agar lebih menjamin penyediaan ruang hidup dan habitat yang cukup dalam menopang kehidupan gajah liar sehingga interaksi negatif gajah liar di wilayah masyarakat dapat dikendalikan.
"Gajah sumatera merupakan satwa prioritas, kebanggaan Provinsi Sumsel tetapi berstatus kritis dan masuk dalam satwa liar dilindungi bersama dengan 786 jenis satwa liar lainnya," terangnya.