Tim Sparta Sat Samapta Polresta Surakarta mengamankan tiga dari empat pelaku pengeroyokan terhadap anggota Polresta Surakarta, Aipda Hafidz. Personel kepolisian ini diteriaki sebagai maling lalu dikeroyok karena masalah lalu lintas.
Kapolresta Surakarta Kombes Iwan Saktiadi memaparkan, ketiga pelaku yakni AF (33), warga Gondangrejo, Karanganyar; WU (26), warga Nusukan, Solo; dan RR (33), warga Jebres, Solo.
"Kejadian tersebut berawal Sabtu lalu (6/5) sekira pukul 03.30 WIB. Korban keluar dari rumahnya di Banyuanyar untuk menjemput istri di Stasiun Solo Balapan. Sesampainya di Jalan Adi Soemarmo, Banyuanyar, mengarah ke timur ada rombongan pelaku mengendarai sepeda motor yang memenuhi jalan serta menggeber-geber knalpotnya," ujar Iwan, Kamis (11/5).
Karena merasa terhalangi dan terganggu, Hafidz meminta para pelaku untuk minggir. Dia juga sudah memberi tahu bahwa dirinya anggota kepolisian dan ingin lewat.
"Tetapi setelah korban menyalip para pelaku, mobil korban ternyata dibuntuti. Setelah masuk gang di daerah Banyuanyar para pelaku meneriaki korban "maling". Akhirnya korban berhenti di depan rumahnya dan membuka kaca mobil lalu korban tiba-tiba dipukul oleh para pelaku," urainya.
Advertisement
Mendengar teriakan "maling', warga setempat berdatangan. Namun mereka mengenali korban sehingga para pelaku berhasil diamankan warga.
"Selanjutnya korban menghubungi call center Tim Sparta Sat Samapta Polresta Surakarta. Atas informasi tersebut Tim Sparta langsung menuju ke lokasi . Kemudian Tim Sparta mengamankan dan membawa para pelaku serta sepeda motor pelaku ke Mako Polresta Surakarta untuk diserahkan ke Satuan Reskrim untuk di tindak lanjuti," katanya.
Atas kejadian tersebut, korban mengalami luka lebam di muka (pelipis) sebelah kanan dan jari kelingking kanan sobek serta memar. Menurut keterangan warga, pelaku berjumlah empat orang. Namun yang berhasil diamankan sebanyak tiga orang. Seorang lagi melarikan diri menggunakan sepeda motor.
"Barang bukti yang berhasil diamankan dari para pelaku adalah 2 unit handphone, tas selempang, 1 unit sepeda motor Honda Vario dan 1 unit sepeda motor Suzuki Smash," pungkas Iwan.