Panas Tak Biasa di Indonesia, Kemenkes Minta Masyarakat Waspada

Kementerian Kesehatan meminta masyarakat untuk waspada ketika berada di luar ruangan dengan tetap menjaga kesehatan badan.

Lydia Fransisca
Oleh Lydia Fransisca - Reporter
Panas Tak Biasa di Indonesia, Kemenkes Minta Masyarakat Waspada
Gerhana Matahari Hibrida di Taman Ismail Marzuki. ©2023 Merdeka.com/Imam Buhori

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengindikasi adanya cuaca panas yang tidak biasa di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Terkait hal itu, Kementerian Kesehatan meminta masyarakat untuk waspada ketika berada di luar ruangan dengan tetap menjaga kesehatan badan.

“Memang cuaca panas beberapa hari ini dan ke depan sedang tidak biasa. Untuk itu mari kita ikuti tips agar terhindar dari dampak cuaca panas ketika sedang atau sering berada di luar ruangan,” kata juru bicara Kementerian Kesehatan dr. Mohammad Syahril dalam rilis resminya, Selasa (25/4).

Yang pertama, Syahril meminta masyarakat untuk mencegah dehidrasi dengan minum air yang banyak. "Jangan tunggu haus," ujar Syahril.

Kemudian, indari minuman berkafein, minuman berenergi, alkohol, dan minuman manis. Selanjutnya, hindari kontak dengan sinar matahari secara langsung, gunakan topi atau payung.

"Masyarakat diimbau memakai baju yang berbahan ringan dan longgar. Hindari menggunakan baju berwarna gelap agar tidak menyerap panas dan sebisa mungkin berteduh di antara jam 11 pagi - 3 siang," jelas Syahril.

Syahril melanjutkan, masyarakat dilarang meninggalkan siapapun di dalam kendaraan dalam kondisi parkir baik dengan jendela terbuka maupun tertutup.

"Gunakan sunscreen minimal 30 SPF pada kulit yang tidak tertutup oleh baju sebelum keluar rumah dan sediakan botol semprot air yang dingin di dalam kendaraan," kata Syahril.

Lalu, Syahril meminta untuk waspada jika muncul gejala seperti keringat berlebih, kulit terasa panas dan kering, rasa berdebar atau jantung terasa berdetak lebih cepat, dan kulit terlihat pucat.

Gejala yang perlu diwaspadai selanjutnya adalah kram pada kaki maupun abdomen, mual, muntah, pusing serta urin yang sedikit dan berwarna kuning pekat.

"Jika muncul gejala tersebut, dinginkan tubuh dengan kain basah atau spons basah pada pergelangan tangan, leher, dan lipatan tubuh lainnya serta banyak minum air. Jika masih bergejala, segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan," ungkap Syahril.

Rekomendasi