Wali Kota Bandung Yana Mulyana terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pengurus DPC Gerindra Kota Bandung tidak khawatir penangkapan kadernya itu bisa berpengaruh pada persiapan Pemilu 2024 mendatang.
Yana menjabat sebagai Wali Kota Bandung setelah Oded M Danial meninggal dunia akhir tahun 2021. Jabatannya akan berakhir pada September. Namun pada Jumat (14/4), ia terjaring OTT oleh KPK.
Menanggapi hal itu, Sekjen DPC Partai Gerindra Kota Bandung Kurnia Solihat mengaku tidak dekat secara personal dengan Yana. Padahal, saat Pemilihan Wali Kota Bandung tahun 2018, ia menjadi ketua tim pemenangan.
Setelah terpilih, hubungannya antara dirinya maupun pengurus partai dengan Yana tidak dekat.
"Saya ketua tim pemenangan tapi setelah terpilih menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung, saya malah tidak bisa mengakses dia. Saya tidak mengenal saya secara pribadi. Sejak Desember 2022 lalu, partai mengajukan permohonan audiensi. Namun, tidak di-acc hingga sekarang," katanya.
Advertisement
Disinggung mengenai kasus hukum yang membeli Yana akan berdampak pada Pemilu 2024, Kurnia mengakui ada dampak namun takkan signifikan. "Tidak akan berpengaruh terhadap elektabilitas," katanya.
Terpisah, Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan mengaku prihatin dengan OTT yang terjadi. Apalagi ada beberapa pejabat Pemerintah Kota Bandung turut terjaring.
Koordinasi langsung dilakukan dengan pihak Pemerintah Kota Bandung untuk memastikan layanan kepada masyarakat tidak terganggu. Fokus terdekat adalah persiapan mudik Lebaran tahun ini.
"Tentunya prihatin, mudah-mudahan tidak mengganggu roda pemerintahan, ASN tetap bekerja, layanan kepada masyarakat tidak terganggu," ucap dia.
"Berikutnya kami menunggu (informasi dari KPK) agar semua jelas," pungkasnya.