Sebanyak empat dari 12 jenazah korban penipuan berkedok penggandaan uang, Slamet Tohari berhasil diidentifikasi oleh kepolisian. Saat ini dari empat jenazah yang berhasil diidentifikasi, tiga diantaranya telah dipulangkan ke pihak keluarga masing-masing.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes, Iqbal Alqudusy menyebut pihaknya hingga saat ini masih berupaya untuk mengidentifikasi jenazah lainnya.
"Saat ini tim DVI masih bekerja keras agar seluruh korban dapat teridentifikasi. Kami juga turut memberikan trauma healing pada keluarga korban," kata Iqbal melalui keterangan, Minggu (9/4).
"Untuk tiga yang dipulangkan telah ditanggung biaya oleh kepolisian dan Pemda setempat," sambungnya.
Iqbal menyebut bahwa kasus ini keji ini telah menjadi atensi dari berbagai seluruh jajarannya yang melakukan berbagai upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang lagi.
Sebagai upayanya, Iqbal menyebut telah membuka layanan pengaduan kepada masyarakat dimana ada keluarganya yang merasa kehilangan.
"Kami juga buka layanan Hotline Pengaduan Orang Hilang melalui nomor 08236444401. Pada masyarakat yang merasa kehilangan keluarga atau kerabatnya diduga menjadi korban dukun penggandaan uang di Banjarnegara, dapat segera menghubungi nomor tersebut," imbuhnya.
Advertisement
Sebelumnya, kasus pembunuhan dukun pengganda uang terungkap setelah adanya laporan kehilangan Paryanto (53), warga Sukabumi Jabar. Dari informasi yang dihimpun keluarga bahwa korban berangkat ke Banjarnegara menemui Slamet. Korban yang sempat mengirimkan pesan dan lokasi melalui aplikasi Whatsapp kepada anaknya.
Pesannya berisi instruksi jika tidak ada kabar darinya selama beberapa hari, sang anak diminta datang ke rumah Slamet bersama aparat.
"Ini di rumahnya Pak Slamet. Buat jaga-jaga kalau umur ayah pendek, misal ayah tidak ada kabar sampai Minggu, langsung saja ke lokasi bersama aparat," ungkapnya.
Selanjutnya korban sudah mulai tidak bisa dihubungi, kemudian keluarga melaporkan pada Polres Banjarnegara pada Senin 27 Maret 2023. Mendapat laporan, polisi langsung melakukan penyelidikan dengan menyusuri lokasi Slamet.
"Hasil penyelidikan bahwa PO dibunuh Slamet dan dikubur di Jalan setapak menuju ke hutan di Wanayasa," jelasnya.