Diserang' Publik Imbas Pembatalan Piala Dunia U-20, Ganjar: Ikhlas Saya Terima

Ganjar mengaku sangat sedih Piala Dunia U20 batal terselenggara di Indonesia. Karena, Jawa Tengah juga sudah bersiap dengan kota Solo sebagai tuan rumah.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Diserang' Publik Imbas Pembatalan Piala Dunia U-20, Ganjar: Ikhlas Saya Terima
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. ©2022 Merdeka.com

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku tahu persis risiko yang dihadapi karena sikapnya menolak Israel bermain di Piala Dunia U-20. Serangan bertubi-tubi di akun-akun media sosialnya. Tidak satu pun komentar dari warganet yang dia hapus.

Ganjar menceritakan hal ini dalam wawancara khusus bertajuk ‘Eksklusif: Ganjar Pranowo dan Piala Dunia’ dalam program Mata Najwa yang ditayangkan di YouTube, Selasa (4/4).

"Sudah saya hitung dari awal, Mbak. Dengan keputusan ini, pasti akan dilakukan sebuah gerakan. Siapa pun akan bisa menumpang pada gelombang ini, dan saya biarkan. Saya tidak pernah men-delete, saya biarkan kawan-kawan mengekspresikan semuanya," tutur Ganjar.

Artikel terkait Ganjar Pranowo juga bisa dibaca di Liputan6.com

Menurut Ganjar, ada 300 ribuan respons netizen yang masuk ke akun sosmednya, dengan beragam motif dan tujuan. Ganjar mengaku siap, hanya menyayangkan bila telah menyerang keluarga.

"Silakan protes keras saya, silakan kritik Ganjar, silakan hajar Ganjar, silakan. Tapi jangan hajar anak dan istri saya, itu yang saya tidak terima. Saya tahu kok Mbak, ini konsekuensinya pasti akan terjadi seperti itu,” lanjut Ganjar.

Politikus PDIP ini mengaku sangat sedih Piala Dunia U20 batal terselenggara di Indonesia. Karena, Jawa Tengah juga sudah bersiap dengan kota Solo sebagai tuan rumah.

Oleh karena itu, Ganjar mengaku memiliki perasaan yang sama dengan para pemain dan pecinta sepak bola Tanah Air.

“Jadi kalau mereka dari kelompok pendukung U20, saya terima dengan ikhlas lillahi ta’ala. Dari kelompok sepak bola saya terima ikhlas lillahi ta’ala. Tapi dari orang-orang punya kepentingan lain, ya saya senyum-senyum saja,” lanjutnya.

Ganjar lantas mengemukakan ada teman-temannya yang menyayangkan langkah Ganjar bersikap keras menolak Israel, dan memintanya untuk diam.

“Lebih baik diam saja seperti yang lain. Oo, enggak!... Saya enggak bisa menyenangkan semua orang. Sebagai gubernur pun saya enggak bisa menyenangkan semua orang. Kalau mau menyenangkan semua orang, jualan es krim saja,” kata Ganjar dengan mimik tegas.

Di bagian awal wawancara, Ganjar menjelaskan bahwa sikap dan pernyataannya menolak Israel bermain di Indonesia merupakan keteguhan memegang garis ideologis menentang penjajahan terhadap Palestina.

Sebagai kepala daerah, Ganjar mengaku akan melanggar hukum bila membiarkan Israel datang bermain dan mengibarkan benderanya di Indonesia.

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi