Tiga Paus dan Dua Lumba-Lumba Mati di Perairan Bali, NTT dan Jawa Timur

Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, Bali, mencatat terdapat tiga paus dan dua lumba-lumba mati di wilayah Perairan Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Jawa Timur dalam sepekan terakhir. Kelima mamalia itu diduga mati karena beragam sebab, mulai sakit hingga perubahan cuaca.

Moh. Kadafi
Oleh Moh. Kadafi - Reporter
Tiga Paus dan Dua Lumba-Lumba Mati di Perairan Bali, NTT dan Jawa Timur
Ilustrasi paus terdampar. ©REUTERS/Pascal Rossignol

Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, Bali, mencatat terdapat tiga paus dan dua lumba-lumba mati di wilayah Perairan Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Jawa Timur dalam sepekan terakhir. Kelima mamalia itu diduga mati karena beragam sebab, mulai sakit hingga perubahan cuaca.

"Dalam beberapa hari ini, ada beberapa paus ditemukan mati di sejumlah tempat. Itu satu minggu saja, dari tanggal 27 Maret sampai 1 April 2023," kata Kepala BPSPL Denpasar Permana Yudiarso saat dihubungi Senin (3/4).

Wilayah kerja BPSPL Denpasar memang mencakup perairan Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Jawa Timur.

Permana merinci, seekor paus sperma mati terdampar di Pantai Oebubun, Kecamatan Biboku Moenleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) NTT. Kemudian, seekor paus yang belum diketahui jenisnya mati di perairan Kepulauan Kangean, Kabupaten Madura Sumenep, Jawa Timur.

Selain itu, terdapat enam lumba-lumba terdampar di Perairan Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur, NTT. Empat lumba-lumba itu selamat dan sudah dilepasliarkan, sedangkan dua lainnya mati.

Terakhir, seekor paus diduga paus Bryde mati terdampar di Pesisir Pantai Batu Lumbang, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan, Bali.

Ia menyebutkan, dugaan penyebab matinya paus dan lumba-lumba itu beragam. Ada yang diduga karena faktor perubahan cuaca, ada pula yang sakit.

"Dugaannya beragam, mati karena luka atau sakit, bisa badai matahari, perubahan cuaca atau badai siklon tropis herman di selatan Samudera Indonesia dan termasuk dugaan karena gempa di Samudra Indonesia," ujarnya.

Rekomendasi